Back

Mahasiswa UNIDA Gontor Raih Juara 2 Lomba Insya’ Nasional MUNAYA VIII

Mahasiswa SAA UNIDA Gontor Muhammad Galih Rakasiwi meraih Juara 2 Lomba Insya’ Nasional MUNAYA VIII di Kediri

UNIDA Gontor — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam ajang kompetisi akademik tingkat nasional. Muhammad Galih Rakasiwi, mahasiswa semester tiga Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), berhasil meraih Juara 2 pada Lomba Insya’ Tingkat Nasional dalam rangka Musabaqah Sanawiyah li Markaz Arabiyah (MUNAYA) VIII yang diselenggarakan oleh Markaz Arabiyah Pare, Kediri. Kompetisi final tersebut berlangsung pada Ahad, 3 Mei 2026, di Gedung Auditorium Asy Syarif Abdullah Baharun, Pare, Kediri, dan diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ajang ini menjadi salah satu kompetisi bergengsi dalam bidang kepenulisan bahasa Arab, khususnya pada kategori insya’ atau esai ilmiah berbahasa Arab fusha. Sebanyak 24 peserta mengikuti perlombaan yang dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni seleksi daring dan final luring. Pada tahap penyisihan yang berlangsung pada 13–20 April 2026, seluruh peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis dalam format PDF dengan panjang tiga hingga lima halaman sesuai struktur yang telah ditentukan panitia.

Mahasiswa SAA UNIDA Gontor Muhammad Galih Rakasiwi meraih Juara 2 Lomba Insya’ Nasional MUNAYA VIII di Kediri

Penilaian tahap awal mencakup aspek kualitas gagasan sebesar 50 persen, kesesuaian tema 20 persen, qowaid dan imla’ 15 persen, serta uslub atau gaya bahasa sebesar 15 persen. Muhammad Galih Rakasiwi berhasil melewati tahapan tersebut dengan baik hingga lolos ke babak final bersama peserta terbaik lainnya dari berbagai daerah.

Dalam kompetisi tersebut, Galih mengangkat karya berjudul “تعلم اللغة العربية بين نشوة الابتكار وأزمة المعنى” “تعلم اللغة العربية بين نشوة الابتكار وأزمة المعنى” yang membahas dinamika pembelajaran bahasa Arab di tengah perkembangan inovasi metode pembelajaran serta tantangan krisis pemahaman makna. Tema tersebut dinilai relevan dengan perkembangan pendidikan bahasa Arab kontemporer dan menunjukkan kemampuan analisis yang baik dalam mengkaji fenomena pendidikan modern.

Pada tahap final, setiap peserta diberikan waktu lima menit untuk mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab selama lima menit. Penilaian final meliputi penguasaan materi 30 persen, kemampuan menjawab pertanyaan 30 persen, public speaking 20 persen, dan kreativitas media presentasi 20 persen. Hasil akhir diperoleh dari akumulasi nilai tahap penyisihan sebesar 40 persen dan tahap final sebesar 60 persen.

Mahasiswa SAA UNIDA Gontor Muhammad Galih Rakasiwi meraih Juara 2 Lomba Insya’ Nasional MUNAYA VIII di Kediri

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen mahasiswa UNIDA Gontor dalam mengembangkan kompetensi akademik dan intelektual di tingkat nasional. Sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berprestasi dalam berbagai bidang keilmuan, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat eksistensi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten melahirkan generasi unggul, berwawasan internasional, dan berkarakter pesantren.

Persiapan yang dilakukan Muhammad Galih Rakasiwi dalam menghadapi kompetisi ini dilakukan melalui pendalaman literatur, penyusunan argumentasi ilmiah, serta bimbingan akademik secara intensif di sela aktivitas perkuliahan dan kegiatan kampus. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada malam hari dalam rangkaian acara penutupan MUNAYA VIII dan menjadi momentum membanggakan bagi keluarga besar Program Studi Studi Agama-Agama UNIDA Gontor.

Penulis: Abdullah Muslich Rizal Maulana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor