UNIDA Gontor — Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menunjukkan kontribusi akademiknya di tingkat nasional melalui partisipasi dosennya dalam kegiatan penguatan kader lintas iman dan lingkungan yang diselenggarakan pada 30 April–3 Mei 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam membangun jejaring kolaborasi antar akademisi dan aktivis lintas kepercayaan di Indonesia. Dalam konteks pengembangan keilmuan, UNIDA Gontor sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik terus berupaya memperluas kontribusi pada isu sosial dan ekologi global melalui keterlibatan aktif para dosennya.

Dosen Prodi Studi Agama-Agama, Dr. Yuangga Kurnia Yahya, MA., terpilih sebagai peserta dalam Akademi EcoBhinneka Muhammadiyah 2026 yang mengusung tema “Sekolah Kader Muda untuk Kerukunan dan Kelestarian Alam.” Seleksi ketat telah dilalui oleh para peserta, yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia dengan latar belakang agama yang beragam, termasuk tahapan penilaian administrasi serta penulisan esai mengenai isu sosial dan lingkungan di daerah masing-masing. Keterlibatan ini mencerminkan komitmen akademisi UNIDA Gontor dalam mengintegrasikan kajian keagamaan dengan isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan visi Universitas Islam Terbaik dalam membangun peradaban ilmu yang inklusif dan transformatif.
Akademi EcoBhinneka Muhammadiyah sendiri dirancang sebagai wadah pembelajaran kolaboratif yang menekankan keterkaitan antara kerukunan sosial dan tantangan ekologis. Para peserta mendapatkan berbagai materi seperti advokasi kebebasan beragama, strategi penanganan kejahatan lingkungan, pengorganisasian gerakan masyarakat, hingga teknik dokumentasi aksi sosial. Metode pembelajaran yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi diskusi, studi kasus, simulasi, serta praktik lapangan yang memperkuat pemahaman kontekstual.

Selain penguatan materi, program ini juga menghadirkan fasilitator berpengalaman dari berbagai daerah di Indonesia seperti Ternate, Pontianak, Solo, dan Banyuwangi. Pengalaman mereka dalam membangun jejaring lintas iman dan pendampingan komunitas menjadi sumber pembelajaran penting bagi peserta. Akademi ini juga mendorong lahirnya gagasan aksi nyata yang relevan dengan kondisi sosial di daerah masing-masing peserta.
Menurut Dr. Yuangga Kurnia Yahya, MA., kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi lintas komunitas. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di lingkungan UNIDA Gontor. Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, keterlibatan ini menegaskan peran aktif dosen dalam menjembatani dunia akademik dengan dinamika sosial kemasyarakatan yang terus berkembang.
Penulis: Abdullah Muslich Rizal Maulana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






