Back

Mahasiswa Teknik Informatika UNIDA Gontor Lolos Final Hackathon IYREF 2026 ITB

Tim mahasiswa Teknik Informatika UNIDA Gontor di Hackathon IYREF 2026 ITB

UNIDA Gontor — Tim Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Hackathon IYREF 2026 yang diselenggarakan oleh SRE ITB (Society of Renewable Energy), Institut Teknologi Bandung (ITB). Kompetisi tingkat nasional ini berlangsung pada 14–16 Mei 2026 di lingkungan Kampus ITB, Bandung, dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Capaian ini kembali menegaskan peran Universitas Darussalam Gontor sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik yang konsisten mendorong inovasi dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.

Pada ajang tersebut, tim yang beranggotakan Adam Toyib Nur Wahid (Teknik Informatika 7), Fatih Jawwad Al Mumtaz (Teknik Informatika 5), serta Farrel Ghozy Affifudin (Teknik Informatika 5) berhasil melaju hingga babak final dengan mengusung inovasi bertajuk Retak.id. Inovasi ini merupakan sistem deteksi dini retakan tanah berbasis partisipasi masyarakat (crowdsourcing) yang dirancang untuk mendukung mitigasi bencana longsor, terutama di wilayah yang terdampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Retak.id dikembangkan sebagai solusi teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan (machine learning) untuk menganalisis foto retakan tanah yang diunggah oleh masyarakat melalui perangkat ponsel pintar. Aplikasi ini dapat diakses melalui laman retak.utc.web.id, yang memungkinkan pengguna mengirimkan dokumentasi visual secara langsung. Sistem kemudian memproses data tersebut dan menghasilkan klasifikasi risiko dalam kategori Aman, Waspada, atau Bahaya secara cepat dan akurat.

Tim mahasiswa Teknik Informatika UNIDA Gontor di Hackathon IYREF 2026 ITB

Keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada sifatnya yang inklusif dan efisien. Selain tidak memerlukan infrastruktur tambahan yang mahal, sistem ini juga mampu menjangkau wilayah yang luas melalui keterlibatan masyarakat sebagai sumber data utama. Bahkan, dalam kondisi keterbatasan jaringan internet, proses analisis tetap dapat dilakukan secara optimal melalui perangkat pengguna, sehingga meningkatkan fleksibilitas penggunaan di lapangan.

Pencapaian hingga tahap final ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Darussalam Gontor mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan permasalahan nyata di masyarakat. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperkuat pendekatan kolaboratif antara masyarakat dan sistem digital dalam upaya mitigasi bencana serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam Hackathon IYREF 2026, tim berhasil menunjukkan kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan, partisipasi komunitas, serta pendekatan berbasis lingkungan untuk menjawab tantangan kebencanaan di Indonesia. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Darussalam Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang terus berkomitmen melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Penulis: Mayyadah Hawawi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor