UNIDA Gontor — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian salah satu mahasiswinya di ajang kompetisi ilmiah bergengsi tingkat nasional. Lailatul Mahmudah, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional semester 5, berhasil meraih posisi Top 7 Finalis dalam The 1st Indonesia-Singapore Essay Competition (ISEAC) 2026, yang pada Jum’at, 12 Juni 2026, diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom. Prestasi ini semakin menegaskan eksistensi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkompetisi dan berkontribusi dalam forum akademik berskala nasional maupun internasional.
Kompetisi ISEAC 2026 merupakan ajang penulisan esai yang diinisiasi oleh SEAmplified, sebuah platform kepemudaan asal Singapura yang berfokus pada pengembangan kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Cmerlang dan Forum Awardee Beasiswa Unggulan Indonesia, serta diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Pada tahun ini, sebanyak 314 peserta dari universitas negeri dan swasta berpartisipasi, menjadikan persaingan berlangsung sangat kompetitif sejak tahap seleksi awal hingga babak final.

Dalam kompetisi tersebut, Lailatul Mahmudah berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya tulis ilmiah berjudul “Bridging the Halal Ecosystem: Connecting Indonesian MSMEs to Singapore’s Global Hub Through Youth-Driven Entrepreneurial Synergy.” Melalui esai tersebut, ia mengangkat gagasan inovatif mengenai penguatan ekosistem halal antara Indonesia dan Singapura dengan menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM halal Indonesia sebagai bagian dari pengembangan sektor halal tourism di Singapura.
Gagasan yang ditawarkan Laila berfokus pada pemanfaatan teknologi digital melalui pengembangan aplikasi Muslim-friendly yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Aplikasi ini diusulkan sebagai platform terintegrasi yang menyediakan berbagai informasi penting, mulai dari direktori makanan halal berbasis produk UMKM Indonesia, lokasi masjid terdekat, pengingat waktu salat, hingga fitur penunjuk arah kiblat. Konsep tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi praktis sekaligus membuka peluang sinergi ekonomi antara pelaku UMKM Indonesia dengan pasar halal internasional.
Menurut Laila, keikutsertaannya dalam kompetisi ini memberikan pengalaman akademik yang sangat berharga. Ia mengaku bahwa proses penyusunan esai hingga presentasi final telah mengasah kemampuan berpikir kritis, memperdalam analisis terhadap isu hubungan internasional, serta memperluas pemahamannya mengenai pentingnya diplomasi kepemudaan dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Singapura.

Pada babak final, presentasi para finalis dinilai langsung oleh empat juri yang merupakan tokoh muda inspiratif dengan pengalaman di bidang community platform bertaraf internasional. Penilaian mencakup orisinalitas gagasan, relevansi terhadap isu yang diangkat, kualitas analisis, serta kemampuan peserta dalam mempresentasikan ide secara sistematis dan persuasif. Keberhasilan Laila menembus posisi tujuh besar menunjukkan kualitas intelektual mahasiswa UNIDA Gontor yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai institusi unggulan lainnya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya di lingkungan Fakultas Humaniora, untuk terus mengembangkan potensi akademik, memperluas jejaring kolaborasi lintas negara, dan berani menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan global. Prestasi tersebut juga semakin memperkuat citra UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten melahirkan generasi unggul, berwawasan global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya ilmiah yang berdampak luas.
Penulis: Fathan Fauzan Alhakim
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






