UNIDA Gontor — Dalam upaya meningkatkan kualitas pemahaman keislaman mahasiswa, staf Takmir Masjid Universitas Darussalam Gontor menggelar kegiatan Dauroh Imamah Masjid UNIDA Gontor 2026 yang berlangsung di Masjid Universitas Darussalam Gontor pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB ini diikuti oleh 10 mahasiswa yang antusias mendalami ilmu imamah sebagai bekal penting dalam memimpin jama’ah shalat. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter religius yang terus dikembangkan oleh UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkomitmen melahirkan generasi berilmu dan berakhlak.
Pada kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A., yang menyampaikan materi mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar imamah dalam shalat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang kriteria seseorang yang lebih berhak menjadi imam ketika terdapat beberapa calon imam dalam satu jama’ah. Menurut beliau, seseorang yang paling fasih membaca Al-Qur’an serta memiliki hafalan yang baik lebih utama untuk didahulukan dalam memimpin shalat.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai contoh penerapan dalam praktik ibadah sehari-hari. Hal tersebut memudahkan peserta untuk memahami berbagai kondisi yang mungkin terjadi ketika menjadi imam, termasuk situasi yang membutuhkan ketenangan, ketepatan bacaan, dan pemahaman fiqih yang benar. Pemateri menegaskan bahwa imamah dalam shalat merupakan amanah besar, karena seorang imam berperan sebagai wakil jama’ah dalam menjalankan ibadah yang agung di hadapan Allah SWT.
Lebih lanjut, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A. menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah memastikan mahasiswa memahami syarat sah menjadi imam, tata cara pelaksanaan yang benar, serta langkah yang perlu diambil ketika menghadapi kondisi tertentu saat memimpin shalat. Menurut beliau, seorang imam harus memiliki kesiapan ilmu, ketenangan sikap, dan kemampuan mengambil keputusan dengan tepat agar jama’ah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tertib.
Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan beragam pertanyaan seputar praktik imamah, mulai dari sikap imam terhadap makmum, cara menyikapi keadaan lupa ketika memimpin shalat, hingga persoalan keterlambatan makmum dalam mengikuti takbiratul ikram imam. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah mengenai kewajiban imam dalam merapikan seluruh shaf makmum sebelum shalat dimulai. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa imam tidak wajib memastikan seluruh shaf secara langsung, karena hal tersebut dapat dibantu oleh jama’ah yang berada di barisan belakang imam.

Suasana dauroh berlangsung dengan tertib, hangat, dan penuh semangat belajar. Antusiasme peserta terlihat dari perhatian yang serius selama sesi materi maupun banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam diskusi. Kegiatan ini menunjukkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya memahami tata cara imamah secara benar, terutama sebagai bekal ketika mereka harus memimpin jama’ah di lingkungan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, spiritual, dan sosial. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Massuri Abdulghoni
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






