UNIDA Gontor — Dua mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Universitas Darussalam Gontor kembali menunjukkan kiprah akademiknya di forum internasional melalui partisipasi sebagai presenter dalam International Conference on Islamic Economic (ICIE) 2026 yang diselenggarakan oleh Intellectual Association for Islamic Studies. Dalam konferensi yang berlangsung secara hybrid pada 20 Juni 2026, dua mahasiswa PMH, Muhammad Akbar Hilman dan Muhammad Azrul Amirullah, berhasil mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Prestasi ini semakin menegaskan komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam mendorong pengembangan intelektual mahasiswa pada level global.
Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Digital Transformation and Innovation in Islamic Economic Systems”, yang menyoroti pentingnya inovasi dan transformasi digital dalam sistem ekonomi Islam. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Islam Negeri Madura, Universiti Putra Malaysia, Al-Eman University, serta Sinop University bersama sejumlah institusi akademik lainnya. Rangkaian acara meliputi sesi pembukaan, pemaparan keynote speaker, sesi paralel presentasi makalah, hingga penutupan yang berlangsung sepanjang hari.

Pada sesi paralel yang dilaksanakan pukul 13.00–14.30 WIB, Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman mempresentasikan paper berjudul “Integration of the Concepts of Waqf and Renewable Energy within the Framework of Sustainable Development.” Penelitian tersebut mengkaji integrasi antara konsep wakaf dan energi terbarukan sebagai solusi inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Kajian ini menyoroti bahwa pemanfaatan energi terbarukan memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim.
Dalam presentasinya, kedua mahasiswa menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, air, angin, panas bumi, biomassa, hingga energi laut. Namun demikian, pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek pembiayaan, investasi, tata kelola, serta akses yang merata bagi masyarakat. Di sinilah wakaf dinilai dapat berperan sebagai instrumen strategis dalam mendukung pembiayaan sektor energi terbarukan melalui pendekatan green waqf atau energy waqf.
Pendekatan tersebut memungkinkan wakaf tidak hanya dipahami sebagai instrumen ibadah sosial semata, melainkan juga sebagai mekanisme pendanaan produktif yang memiliki dampak jangka panjang. Melalui pengelolaan yang tepat, wakaf dapat memperluas partisipasi masyarakat, memperkuat ekosistem pendanaan pembangunan, serta mendorong terciptanya sistem energi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan ramah lingkungan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sinergi antara wakaf dan energi terbarukan memiliki relevansi tinggi bagi Indonesia dalam menjawab persoalan krisis energi sekaligus tantangan perubahan iklim.

ICIE 2026 menjadi forum akademik bergengsi yang menghadirkan sekitar 35 makalah dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Turkey, Yemen, Morocco, Palestine, Nigeria, dan Pakistan. Selama pelaksanaan konferensi, para peserta terlibat dalam 14 klaster diskusi dengan penggunaan Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Forum ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan berbagai perspektif akademik dalam bidang ekonomi Islam, keuangan syariah, dan filantropi Islam.
Partisipasi aktif mahasiswa PMH dalam konferensi internasional ini mencerminkan kualitas akademik dan daya saing mahasiswa UNIDA Gontor di tingkat global. Pencapaian ini sekaligus memperkuat reputasi kampus sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten melahirkan generasi intelektual muslim unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Penulis: Ardhian Ahmad Syakuro
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






