Back

Idul Adha UNIDA Gontor Teguhkan Nilai Ikhlas dan Pengorbanan

Pelaksanaan salat Idul Adha 1447 H di Masjid Jami’ UNIDA Gontor bersama sivitas akademika dan masyarakat

UNIDA Gontor — Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Universitas Darussalam Gontor. Ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, masyarakat sekitar, serta keluarga besar kampus tampak memadati area Masjid Jami’ UNIDA Gontor untuk mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Momentum keagamaan tersebut berlangsung dengan tertib dan sarat pesan spiritual, ketika pada Rabu, 27 Mei 2026, sejak pagi hari gema takbir berkumandang mengiringi langkah jamaah menuju pelaksanaan salat Idul Adha. Kehangatan kebersamaan dan nilai penghambaan kepada Allah SWT terasa kuat, memperlihatkan atmosfer akademik dan religius yang menjadi identitas kampus yang dikenal sebagai Universitas Islam Terbaik dalam membangun keseimbangan ilmu, adab, dan pengabdian.

Pelaksanaan salat Idul Adha dimulai pukul 06.23 WIB dengan Imam Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.I.S., sementara khutbah disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. H. Khasib Amrullah, S.Ag., M.Ud. Dalam khutbahnya, beliau mengajak jamaah untuk memahami bahwa Idul Adha bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat ketundukan kepada Allah SWT melalui pengorbanan yang dilandasi keikhlasan. Khatib menegaskan bahwa kecintaan seorang muslim kepada Allah dan Rasulullah SAW harus berada di atas kepentingan pribadi, harta benda, maupun kedudukan duniawi.

Pelaksanaan salat Idul Adha 1447 H di Masjid Jami’ UNIDA Gontor bersama sivitas akademika dan masyarakat

Penjelasan beliau mengenai kisah Umar bin Khattab bersama Rasulullah SAW menjadi salah satu bagian khutbah yang menyentuh perhatian jamaah. Dari kisah tersebut dijelaskan bahwa kesempurnaan iman hadir ketika kecintaan kepada Rasulullah SAW melampaui kecintaan terhadap diri sendiri. Selain itu, ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW yang disampaikan mempertegas pentingnya meluruskan niat, menjauhi riya’, serta menempatkan setiap amal sebagai bentuk penghambaan semata kepada Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, Al-Ustadz Dr. H. Khasib Amrullah, S.Ag., M.Ud. juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan pendidikan hanya sebagai sarana mengejar jabatan, penghasilan, atau pengakuan sosial. Menurut beliau, proses menuntut ilmu harus dibangun di atas orientasi ibadah dan kemanfaatan. Pesan tersebut terasa relevan bagi sivitas akademika yang terus didorong untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai spiritualitas dan pengabdian sosial.

Pelaksanaan salat Idul Adha 1447 H di Masjid Jami’ UNIDA Gontor bersama sivitas akademika dan masyarakat

Setelah pelaksanaan khutbah dan doa bersama, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. menyampaikan nasihat mengenai esensi ibadah haji dan makna kepatuhan kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa simbol-simbol dalam ibadah haji tidak dapat dilepaskan dari dimensi keteladanan Rasulullah SAW. Penjelasan tentang Hajar Aswad disampaikan sebagai contoh nyata bahwa ibadah merupakan bentuk ketaatan, bukan sekadar pemahaman rasional.

Momentum Idul Adha semakin terasa bermakna ketika diumumkan total hewan kurban di lingkungan kampus dan pesantren. Pada pelaksanaan tahun ini, kampus Siman mencatat 50 ekor kambing dan 13 ekor sapi, termasuk satu ekor sapi kiriman dari Jepang sebagai simbol ukhuwah Islamiyah. Di Kampus C terdapat 26 ekor kambing dan 13 ekor sapi, sedangkan di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor tercatat 105 ekor kambing serta 30 ekor sapi. Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban di seluruh kampus PMDG dan UNIDA Gontor mencapai 542 ekor kambing dan 230 ekor sapi.

Kegiatan penyembelihan hingga pendistribusian daging turut melibatkan mahasiswa secara langsung sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan kepedulian sosial. Semangat gotong royong terlihat nyata dalam setiap proses, mulai dari penyembelihan, pengolahan, hingga penyaluran kepada masyarakat sekitar. Nilai pengorbanan, disiplin, dan pelayanan sosial yang ditanamkan memperlihatkan komitmen kampus sebagai Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya mengedepankan keunggulan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan tanggung jawab kemasyarakatan. Idul Adha di UNIDA Gontor pada akhirnya menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati lahir dari hati yang ikhlas, niat yang lurus, serta kesediaan untuk memberi manfaat bagi sesama.

Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor