UNIDA Gontor — Suasana malam Iduladha di lingkungan UNIDA Gontor Kelas C berlangsung penuh kekhidmatan melalui penyelenggaraan kegiatan Gebyar Takbiran Malam Iduladha yang digelar di Lapangan Gedung Uzbekistan. Kegiatan yang dilaksanakan di tengah semangat kebersamaan sivitas akademika ini, pada 10 Dzulhijjah 1447 H/26 Mei 2026, menjadi momentum penting dalam mempererat nilai spiritual sekaligus memperkuat identitas kepesantrenan di kalangan mahasantri. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias dan penuh penghormatan terhadap makna syiar Islam yang dihadirkan dalam suasana religius dan edukatif.
Kegiatan diawali dengan penampilan hadrah yang dibawakan oleh UKM Hadrah UNIDA Gontor. Iringan lantunan shalawat menghadirkan atmosfer religius yang menghidupkan semangat malam takbiran. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nathania Salsabila yang memberikan nuansa khusyuk kepada seluruh hadirin. Suasana semakin syahdu melalui pembacaan Qira’atu Takbir oleh Aulia Nur Azizah yang menggema di area kegiatan, mempertegas makna penghambaan dan rasa syukur atas datangnya Hari Raya Iduladha.

Momentum reflektif kemudian hadir melalui penyampaian hikmah Iduladha oleh mahasiswi Pascasarjana, Hanifah Nurul Khotimah, S.Ag. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta melihat kembali sosok perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan spiritual keluarga Nabi Ibrahim AS, yakni Sayyidah Hajar. Menurutnya, keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan seorang ibu memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter generasi yang taat kepada Allah SWT. Nilai pendidikan keluarga yang dicontohkan Sayyidah Hajar dinilai relevan untuk membangun generasi muslim yang kokoh secara akhlak, spiritual, dan intelektual.
Hanifah juga menjelaskan bahwa kepatuhan Nabi Ismail AS terhadap perintah Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi Ibrahim AS menunjukkan keteladanan luar biasa dalam sikap sabar, hormat kepada orang tua, serta kepasrahan kepada kehendak Ilahi. Ia menegaskan bahwa lahirnya pribadi yang kuat tidak terlepas dari pendidikan dan keteladanan seorang ibu yang istiqamah dalam membimbing anak-anaknya. Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi para mahasantri untuk terus menghargai peran pendidikan berbasis nilai dan karakter.
Dalam kesempatan yang sama, Direktorat Kepesantrenan turut memberikan penguatan mengenai pentingnya menjaga budaya pesantren di lingkungan kampus. Al-Ustadz Dr. Hifni Nasif, S.Th.I., M.Ag. menekankan bahwa kebiasaan shalat berjamaah harus dipertahankan sebagai ciri utama kehidupan pesantren yang membentuk disiplin, kedekatan spiritual, dan solidaritas antarmahasantri. Peneguhan nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter akademik dan religius di lingkungan kampus yang dikenal sebagai Universitas Islam Terbaik dalam penguatan pendidikan berbasis keislaman dan kepesantrenan.

Penguatan materi kemudian diperdalam oleh Al-Ustadz Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH. yang menjelaskan bahwa shalat merupakan fondasi utama bagi seluruh amal kebaikan. Beliau mengibaratkan shalat sebagai angka satu yang memberikan nilai pada berbagai bentuk ibadah lainnya, sementara amal-amal lain diibaratkan sebagai deretan angka nol yang kehilangan makna apabila tidak ditopang oleh shalat. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjadikan ibadah sebagai dasar pembentukan peradaban yang unggul dan bermartabat.
Melalui kegiatan ini, UNIDA Gontor Kelas C tidak hanya menghadirkan semarak malam takbiran, tetapi juga menanamkan pesan moral dan spiritual yang kuat kepada seluruh mahasantri. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen kampus dalam membina generasi muslim yang memiliki integritas keilmuan, kedalaman spiritual, dan karakter mulia, selaras dengan visi sebagai Universitas Islam Terbaik yang mengintegrasikan pendidikan akademik, nilai keislaman, dan tradisi kepesantrenan secara berkelanjutan.
Penulis: Nindhya Ayomi Delahara
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






