UNIDA Gontor — Rangkaian Apel Tahunan Khutbatul Arsy yang diselenggarakan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada 17 Mei 2026 di kawasan kampus utama berlangsung meriah dan penuh makna. Pada momentum penutupan kegiatan tersebut, para mahasiswa menghadirkan pertunjukan kolosal yang memadukan seni budaya Nusantara dan internasional dalam satu rangkaian dramatik yang mengesankan, sekaligus mempertegas citra UNIDA Gontor sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik di Indonesia. Pertunjukan ini menjadi puncak acara yang berhasil menarik perhatian seluruh civitas akademika dan tamu undangan.
Selama kurang lebih 35 menit, sebanyak 13 penampilan budaya ditampilkan secara terstruktur dan terhubung melalui narasi besar bertajuk “100 Tahun Gontor”. Drama ini mengambil latar ruang kelas yang menghubungkan sejarah panjang perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor, mulai dari Tarbiyatul Athfal, pendirian KMI, ikrar wakaf, hingga transformasi menjadi universitas modern. Konsep ini menjadikan setiap penampilan tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dalam alur sejarah yang padu dan bermakna, sekaligus menguatkan identitas UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkomitmen pada integrasi ilmu, budaya, dan nilai keislaman.

Beragam pertunjukan budaya tampil silih berganti, mulai dari marching band pembuka, seni Mehter Turki Utsmani, Reog Ponorogo, Singa Depok, Topeng Ireng, hingga Kecak Bali yang memukau dengan atraksi ikonik Hanoman. Nuansa internasional semakin terasa melalui penampilan tari India bergaya Bollywood, seni panahan Turki, serta debut budaya Jepang yang menghadirkan pertunjukan bela diri samurai dengan melibatkan mahasiswa asal Jepang sebagai pemimpin penampilan. Seluruh rangkaian ini memperlihatkan kreativitas dan kemampuan kolaboratif mahasiswa dalam mengolah seni pertunjukan lintas budaya.
Dosen pembimbing kegiatan, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Syamsuri, S.H.I., M.A. selaku Ketua Umum, Al-Ustadz Dr. Usmanul Khakim bin Kayak, M.Ag., serta Al-Ustadz Saipul Nasution, S.H., M.A., Ph.D., memberikan arahan dan pendampingan intensif selama proses latihan hingga pementasan berlangsung. Di bawah bimbingan mereka, mahasiswa mampu menampilkan pertunjukan yang terstruktur, kreatif, dan berkualitas tinggi.
Selain itu, penampilan Campur Sari Yogyakarta, Ondel-Ondel Betawi, serta tari dari wilayah Indonesia Timur turut menghadirkan suasana hangat, humoris, dan interaktif. Beberapa adegan drama bahkan disusun dengan pendekatan komedi edukatif yang menggambarkan perbedaan budaya dengan cara yang ringan namun tetap bermakna, sehingga mampu menghibur sekaligus memberikan refleksi sosial kepada penonton.

Puncak acara ditutup dengan adegan reflektif yang menyentuh, menggambarkan perjalanan alumni Gontor dalam pengabdian di tengah masyarakat. Suasana haru semakin terasa ketika foto para pendiri dan guru yang telah wafat dihadirkan sebagai simbol penghormatan. Penampilan ini menegaskan kembali peran UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai spiritual mahasiswa.
Seluruh rangkaian pertunjukan ini merupakan hasil latihan intensif selama lebih dari satu bulan dengan proses gladi yang matang. Keberhasilan acara mencerminkan sinergi antara mahasiswa, panitia, dan para dosen pembimbing yang memberikan arahan secara konsisten. Dengan demikian, pertunjukan budaya tahun ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga representasi nyata dari dedikasi UNIDA Gontor dalam membangun peradaban berbasis nilai, seni, dan pendidikan yang unggul.
Penulis: Gusti Ahmad Muttahid Bilhaq
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






