UNIDA Gontor — Kuliah Umum Babak I dalam rangka Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy atau Annual Ceremony Week Universitas Darussalam Gontor berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, nilai, serta arah perjuangan pendidikan pesantren modern. Kegiatan yang digelar di Gedung Terpadu Universitas Darussalam Gontor, pada Ahad, 17 Mei 2026 M bertepatan dengan 30 Dzulqa’dah 1447 H, dihadiri oleh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, mulai dari pimpinan pondok, rektor beserta jajaran wakil rektor, dosen, tenaga kependidikan, dekan, ketua program studi, pengasuh pondok cabang, hingga mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus cabang. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Hymne “Oh Pondokku” sebagai simbol identitas dan kecintaan terhadap almamater.
Dalam kuliah umum tersebut, Rektor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., memaparkan sejarah panjang berdirinya Gontor sekaligus menjelaskan makna Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy sebagai sarana pembentukan karakter dan pemahaman nilai dasar pondok. Beliau menegaskan bahwa kehidupan di pesantren tidak dapat dipahami sebatas tempat belajar formal, melainkan ruang pendidikan menyeluruh yang membentuk disiplin, kemandirian, ukhuwah, serta semangat perjuangan. Melalui penjelasannya, beliau menyoroti pentingnya sistem asrama yang mempertemukan santri dari beragam daerah sebagai media pembelajaran hidup bersama dalam suasana persatuan dan keberagaman.

Lebih lanjut, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menjelaskan perjalanan sejarah Gontor pascawakaf tahun 1958 hingga dinamika yang terjadi pada Peristiwa Persemar tahun 1967. Menurut beliau, berbagai tantangan yang pernah dihadapi menjadi bukti bahwa pondok tetap mampu mempertahankan nilai dan identitasnya. Ia menegaskan bahwa kekuatan Gontor terletak pada ruh perjuangan, sistem pendidikan, dan nilai yang diwariskan, bukan semata-mata pada bangunan fisik. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan rencana besar terkait pengusulan Gontor sebagai bagian dari warisan sejarah dunia melalui UNESCO, dengan menitikberatkan pada dokumentasi, sejarah, dan tradisi literasi yang telah tumbuh sejak masa Trimurti.
Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., turut memaparkan perkembangan Universitas Darussalam Gontor yang menunjukkan pertumbuhan signifikan, termasuk kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Mali, Turki, Ghana, Brunei Darussalam, Jepang, Sudan, dan Malaysia. Beliau optimistis bahwa penguatan sistem pendidikan, perluasan jaringan akademik, serta semangat internasionalisasi akan semakin mengokohkan posisi kampus sebagai Universitas Islam Terbaik yang mampu menjawab tantangan global berbasis nilai kepesantrenan.
Sementara itu, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., menekankan bahwa pendidikan di Gontor harus berlandaskan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan penghambaan kepada Allah SWT. Beliau mengingatkan pentingnya menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, sebab keduanya merupakan satu kesatuan dalam proses pembentukan manusia seutuhnya. Konsep Ulul Albab menjadi penekanan penting yang menggambarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, intelektualitas dan spiritualitas, serta dimensi jasmani dan rohani. Menurut beliau, ilmu harus dipahami sebagai sarana ibadah dan pengabdian, bukan sekadar pencapaian akademik.

Pada akhir kegiatan, panitia turut mengumumkan hasil berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan selama rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Pada kategori Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), Program Studi Pendidikan Agama Islam berhasil meraih Juara I, disusul Program Studi Pendidikan Bahasa Arab sebagai Juara II, dan Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 sebagai Juara III. Sementara itu, pada kategori Stand Fakultas, Fakultas Humaniora memperoleh Juara I, Fakultas Kedokteran meraih Juara II, dan Fakultas Usuluddin menempati Juara III. Adapun penghargaan Juara Umum berhasil diraih oleh Fakultas Tarbiyah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, dan semangat kompetitif selama berlangsungnya kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., dilanjutkan pembacaan kafaratul majlis sebagai penutup resmi kegiatan. Kuliah Umum Babak I ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang penanaman nilai, penguatan identitas, dan pembentukan visi pendidikan yang meneguhkan langkah UNIDA Gontor menuju peran lebih luas sebagai Universitas Islam Terbaik yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan Islam.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






