Back

Nilai Kearifan Qurban Ditekankan dalam Kajian Ahad Pagi UNIDA Gontor 2026

Kajian Ahad Pagi UNIDA Gontor membahas nilai kearifan ibadah qurban di Masjid Jami’

UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor kembali menunjukkan komitmennya sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik melalui kegiatan pembinaan spiritual dan keilmuan dalam Kajian Ahad Pagi ke-131 yang dilaksanakan di Masjid Jami’ UNIDA Gontor pada Ahad, 31 Mei 2026, yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang penting dalam memperkuat tradisi intelektual sekaligus spiritual di lingkungan kampus.

Kajian tersebut menghadirkan pemateri Al-Ustadz Dr. Eko Nurcahyo, M.A., Ph.D., dengan tema “Nilai-Nilai Kearifan dalam Ibadah Qurban.” Acara ini diikuti oleh 132 jamaah yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar kampus. Kehadiran peserta yang cukup antusias menunjukkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang memiliki daya tarik tinggi dalam membangun kesadaran keagamaan di lingkungan akademik.

Kajian Ahad Pagi UNIDA Gontor membahas nilai kearifan ibadah qurban di Masjid Jami’

Dalam pemaparannya, Dr. Eko Nurcahyo menekankan bahwa makna qurban tidak semata-mata dipahami sebagai ritual penyembelihan hewan, melainkan sebagai simbol pengorbanan yang lebih luas, termasuk pengendalian diri, pengorbanan waktu, serta kesungguhan dalam menaati perintah Allah SWT. Beliau juga menyoroti bahwa salah satu bentuk qurban yang relevan dalam kehidupan modern adalah kesediaan untuk menghadiri majelis ilmu sebagai bentuk pengabdian terhadap nilai-nilai keislaman.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi, khususnya dalam penggunaan lisan di tengah masyarakat. Menurutnya, ucapan yang baik dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah dan menciptakan harmoni sosial, sedangkan ucapan yang tidak terjaga dapat menimbulkan konflik dan merusak hubungan antar individu.

Kajian Ahad Pagi UNIDA Gontor membahas nilai kearifan ibadah qurban di Masjid Jami’

Kajian ini juga menegaskan pentingnya rasa syukur atas nikmat iman dan kesehatan yang sering kali diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua nikmat tersebut merupakan fondasi utama dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun sosial secara seimbang. Dalam konteks ini, ditegaskan kembali bahwa seorang mukmin akan senantiasa berada dalam kebaikan, baik ketika menerima nikmat maupun ketika menghadapi ujian.

Di akhir sesi, jamaah diajak untuk memperbanyak dzikir sebagai sarana memperkuat ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini, Universitas Darussalam Gontor berharap Kajian Ahad Pagi dapat terus menjadi media pembinaan yang konsisten dalam meningkatkan kualitas spiritual sivitas akademika serta memperkuat posisi kampus sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik di Indonesia.

Penulis: Muhammad Khalid Brahmana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor