Back

Pelatihan Mufassir Perkuat Fondasi Keilmuan Mahasiswa IQT UNIDA Gontor

Mahasiswa IQT UNIDA Gontor mengikuti Pelatihan Mufassir di Hall Sirah

UNIDA Gontor — Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Universitas Darussalam Gontor sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mufassir sebagai ikhtiar strategis dalam memperkuat fondasi keilmuan mahasiswa di bidang tafsir Al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, di Hall Sirah Universitas Darussalam Gontor Kelas A ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendasar mengenai metodologi penafsiran Al-Qur’an yang sistematis dan berbasis khazanah keilmuan Islam klasik (turats). Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam mencetak generasi ulama intelektual dari Universitas Islam Terbaik yang unggul dalam penguasaan ilmu agama dan keilmuan kontemporer.

Acara dibuka oleh pembawa acara dari HMP IQT yang kemudian dilanjutkan oleh moderator untuk memandu jalannya sesi pelatihan. Materi utama disampaikan oleh Al Ustadz Jumardi Hasan, M.Ag., seorang akademisi sekaligus praktisi tafsir yang dikenal memiliki pengalaman mendalam dalam kajian kitab-kitab klasik. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan ilmu alat sebagai fondasi utama sebelum seseorang mendalami disiplin tafsir secara komprehensif.

Mahasiswa IQT UNIDA Gontor mengikuti Pelatihan Mufassir di Hall Sirah

Beliau menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Arab merupakan syarat mendasar yang tidak dapat diabaikan oleh mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Menurutnya, bahasa Arab harus dipahami sebagai sarana untuk mengakses berbagai disiplin ilmu Islam, bukan sebagai tujuan akhir pembelajaran. Dalam penyampaian materinya, beliau menegaskan, “Belajar bahasa Arab itu belajar ilmu alat, bukan ilmu tujuan.” Pernyataan tersebut menekankan bahwa penguasaan bahasa Arab memiliki fungsi sentral sebagai kunci dalam memahami kandungan Al-Qur’an, fiqh, ushul fiqh, hadis, dan berbagai cabang ilmu keislaman lainnya secara tepat.

Selain menjelaskan urgensi ilmu alat, Al Ustadz Jumardi Hasan, M.Ag. juga memaparkan peta pembelajaran kitab yang sebaiknya ditempuh mahasiswa secara bertahap. Beliau mengawali dengan penjelasan mengenai kitab-kitab dasar dalam ilmu nahwu, sharf, dan balaghah sebagai fondasi linguistik. Setelah itu, mahasiswa diarahkan untuk mengenal kitab-kitab tafsir utama yang menjadi rujukan para ulama, seperti Tafsir al-Tabari, Tafsir al-Qurtubi, dan Tafsir al-Baghawi. Pemaparan ini membantu mahasiswa menyusun peta jalan belajar yang lebih terarah dan berjenjang sesuai kapasitas masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait metode efektif dalam menghafal qawaid, strategi memilih kitab sesuai tingkat kemampuan, hingga tantangan membaca kitab gundul yang sering menjadi kendala bagi pemula. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya membangun fondasi keilmuan yang kokoh sebelum terjun lebih jauh ke kajian tafsir.

Mahasiswa IQT UNIDA Gontor mengikuti Pelatihan Mufassir di Hall Sirah

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya membangun tradisi akademik yang kuat, khususnya dalam kajian Al-Qur’an dan tafsir. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang dasar-dasar bahasa Arab dan kitab rujukan utama, tetapi juga mendorong lahirnya semangat belajar yang lebih disiplin dan mendalam. Hal tersebut sejalan dengan visi Universitas Islam Terbaik dalam mencetak lulusan yang memiliki integritas keilmuan, kedalaman spiritual, dan kapasitas intelektual yang mumpuni.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan sesi foto bersama serta penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi ilmu yang telah diberikan. Besar harapan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya membaca kitab turats di kalangan mahasiswa, sehingga kelak lahir generasi mufassir yang kuat secara metodologis, amanah dalam menyampaikan ilmu, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang autentik.

Penulis: Asyraf Cholis Azizi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor