UNIDA Gontor — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Studi Agama-Agama (SAA) Universitas Darussalam Gontor menyelenggarakan kegiatan SAA Camp 2026 sebagai upaya memperkuat komunitas akademik, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 25–26 Juni 2026 di Pantai Karanggongso Pantai Putih, Trenggalek, ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi SAA dengan pendampingan para dosen. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang memadukan kajian ilmiah, penguatan hubungan antaranggota sivitas akademika, dan pengembangan karakter mahasiswa di luar lingkungan perkuliahan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan perjalanan rombongan menuju lokasi pada Kamis sore. Setelah tiba di kawasan pantai, para peserta melakukan persiapan tempat, mendirikan tenda, serta melaksanakan istirahat dan ibadah. Agenda utama dilanjutkan pada malam hari melalui kegiatan Sarasehan Akademik yang menghadirkan suasana diskusi ilmiah sekaligus refleksi bagi mahasiswa.

Salah satu agenda penting dalam sarasehan tersebut adalah bedah Buletin “SAA Membaca Turats”. Edisi yang dibahas mengangkat kajian kritis mengenai klaim ketuhanan Yesus berdasarkan perspektif literatur turats Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa SAA didorong untuk semakin dekat dengan khazanah keilmuan Islam klasik, mengembangkan kemampuan membaca sumber akademik, serta melatih keterampilan menyampaikan gagasan secara ilmiah dan sistematis.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Academic Bonding bersama dosen Program Studi SAA, Muhamad Wildan Arif Amrulloh, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diajak berdialog mengenai pengembangan potensi diri, perencanaan akademik, pemilihan bidang keilmuan, serta tantangan yang dihadapi generasi muda dalam dunia pendidikan tinggi.
Beliau menyampaikan bahwa proses perkuliahan tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh pekerjaan, melainkan menjadi sarana membentuk kualitas diri sebagai individu yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi. Mahasiswa juga diingatkan untuk terus mengembangkan kompetensi melalui berbagai pengalaman, baik dalam kegiatan akademik maupun organisasi, sehingga mampu menghadapi perubahan zaman dengan kesiapan yang lebih baik.

Selain kegiatan akademik, SAA Camp 2026 juga menghadirkan aktivitas kebersamaan berupa api unggun dan bakar jagung bersama. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa lintas angkatan serta membangun kedekatan antara mahasiswa dan dosen dalam suasana yang lebih harmonis.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Studi Agama-Agama Universitas Darussalam Gontor terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung lahirnya generasi intelektual yang berkarakter. Sebagai bagian dari upaya membangun Universitas Islam Terbaik, penguatan budaya akademik melalui kajian, dialog, dan pengalaman sosial menjadi langkah penting dalam mencetak mahasiswa yang unggul secara keilmuan dan kepribadian. Dengan semangat tersebut, SAA Camp 2026 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pengembangan komunitas akademik yang aktif, kritis, dan peduli terhadap masyarakat serta lingkungan.
Keberhasilan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Darussalam Gontor dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu dan pembinaan karakter. Melalui berbagai program inovatif dan kolaboratif, Universitas Darussalam Gontor terus berupaya mewujudkan visi sebagai Universitas Islam Terbaik yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun global.
Penulis: Abdullah Muslich Rizal Maulana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor