UNIDA Gontor — UNIDA Gontor kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa Audiensi dan Diskusi bersama Dr. Norwahida Yaakub dari Universiti Utara Malaysia yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Aula Fungsionaris UNIDA Gontor Kelas C dengan tema “Safety Laboratorium terkait ISO/IEC 17025”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan laboratorium serta penguatan jejaring akademik internasional. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkomitmen pada pengembangan mutu berstandar global, UNIDA Gontor menegaskan posisinya sebagai Universitas Islam Terbaik dalam penguatan integrasi ilmu, etika, dan keselamatan kerja di lingkungan laboratorium.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan (opening speech) oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Al-Ustadz apt. Amal Fadholah, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa laboratorium merupakan fasilitas strategis dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pengelolaan laboratorium tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan kerja, kualitas layanan, serta kepatuhan terhadap standar internasional yang berlaku.

Sesi inti kegiatan diisi oleh pemaparan Dr. Norwahida Yaakub mengenai implementasi keselamatan laboratorium dalam kerangka ISO/IEC 17025. Beliau menjelaskan bahwa keselamatan laboratorium merupakan fondasi utama yang wajib diterapkan secara menyeluruh dalam setiap aktivitas laboratorium. Hal tersebut mencakup identifikasi risiko, pencegahan kecelakaan, pengendalian potensi bahaya, hingga penerapan prosedur kerja yang sistematis dan terstandar.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang mengatur kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini mencakup berbagai aspek penting seperti sistem manajemen mutu, validasi metode pengujian, kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan peralatan, dokumentasi, serta peningkatan mutu berkelanjutan. Dalam konteks ini, setiap laboratorium dituntut untuk memiliki sistem yang terstruktur agar hasil pengujian dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dalam diskusi tersebut juga ditekankan pentingnya Standard Operating Procedure (SOP) sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan kegiatan laboratorium. SOP berfungsi untuk memastikan setiap aktivitas dilakukan secara konsisten, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, SOP juga berperan dalam meminimalkan kesalahan kerja serta meningkatkan efisiensi operasional laboratorium.

Dr. Norwahida Yaakub juga menegaskan bahwa budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pengguna laboratorium. Tidak hanya pengelola, tetapi seluruh individu yang terlibat wajib memiliki kesadaran, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja yang berlaku.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara UNIDA Gontor dan Universiti Utara Malaysia, khususnya dalam pengembangan laboratorium, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan adanya pertukaran pengetahuan ini, diharapkan standar pengelolaan laboratorium dapat terus ditingkatkan menuju arah yang lebih profesional dan berstandar internasional. UNIDA Gontor kembali menegaskan komitmennya sebagai Universitas Islam Terbaik yang terus berupaya menghadirkan kualitas pendidikan, riset, dan kolaborasi global yang unggul.
Penulis: Gita Amirul Ilma
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor