UNIDA Gontor — Kegiatan akademik kolaboratif antara Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor dengan Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026 di lingkungan kampus UNIDA Gontor menjadi momentum penting dalam penguatan keilmuan tafsir. Agenda Visiting Doktor ini dihadirkan sebagai upaya memperkaya perspektif akademik sekaligus memperdalam kajian tafsir Al-Qur’an bagi mahasiswa. Program ini juga dipandang sebagai bagian dari peningkatan mutu institusi menuju standar unggul sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan akreditasi dan pengembangan kurikulum berbasis riset.
Kegiatan tersebut diawali dengan penyambutan resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor di kantor fakultas, yang turut dihadiri oleh jajaran dosen. Di antaranya al-Ustadz Mahmud Rifaanuddin, M.A., selaku Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, al-Ustadz Rochmad, M.A., M.Phil., selaku Unit Penjamin Mutu Fakultas Ushuluddin, Dr. Ishomuddin, M.Ud., selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kurikulum, Dr. Ahmadi Farid Saifuddin, M.Ud., selaku Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam, serta Dr. Asep Awaluddin, M.Ud., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian.

Dalam sesi utama, terdapat lima pemateri dari UPTIQ yang memberikan pengayaan akademik. Dr. Lukman Hakim, M.A., menyampaikan materi “From Revelation to Civilization” yang menekankan pentingnya epistemologi Qur’ani sebagai dasar pembangunan peradaban Islam modern. Sementara itu, Dr. Muhammad Khoirul Anwar, S.Ud., M.Ag membahas kajian penerjemahan karya Muhammad A. Khalafullah dengan pendekatan critical translation studies yang menghubungkan dimensi bahasa, budaya, dan tafsir modern.
Selanjutnya, Dr. Farit Afrizal, M.Ag mengangkat tema “Naskh and Ethical Paradigms in Qur’anic Interpretation” yang menyoroti reinterpretasi ayat-ayat yang berkaitan dengan relasi Muslim dan non-Muslim dalam perspektif etika dan moderasi beragama. Materi ini menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam memahami teks keagamaan. Adapun Ansor Bahary, M. Ag memaparkan konsep tafsir maudhui dalam bingkai Qur’ani humanistik yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pusat analisis tafsir kontekstual. Sementara itu, Hidayatullah, M.A menjelaskan “Ghorībul Qur’an” sebagai kajian linguistik yang membantu mahasiswa memahami kata-kata asing dalam Al-Qur’an secara lebih mendalam.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dipandu oleh al-Ustadz Mahmud Rifaanuddin, M.A berjalan dengan lancar dan interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi aktif yang berlangsung sepanjang sesi, menunjukkan meningkatnya minat akademik dalam kajian tafsir. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tradisi keilmuan dan riset di lingkungan kampus, sekaligus menegaskan posisi UNIDA Gontor sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik yang konsisten mengembangkan kajian Al-Qur’an berbasis integrasi ilmu dan nilai-nilai kontemporer.
Penulis: Ilham habibullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor