UNIDA Gontor — Dewan Pengabdian Masyarakat (DPM) UNIDA Gontor melaksanakan pelantikan 150 mahasiswa sebagai pengajar baru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang tersebar di 18 lembaga di wilayah Ponorogo pada Senin (11 Mei 2026) sore di Hall CIOS UNIDA Gontor. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengabdian mahasiswa sekaligus memperluas kontribusi kampus dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Acara pelantikan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Selanjutnya, para peserta mengikuti prosesi inti berupa pembacaan dua kalimat syahadat dan ikrar sumpah pengabdian yang diucapkan secara serentak oleh 150 mahasiswa di hadapan jajaran Dewan Pengabdian Masyarakat serta para guru TPA yang turut hadir memberikan dukungan. Dalam ikrar tersebut, para mahasiswa menegaskan komitmen untuk bertakwa kepada Allah SWT, menaati aturan dan nilai-nilai pesantren, menjaga nama baik institusi, serta menjadi teladan bagi para santri yang akan mereka bina.

Dalam sambutannya, Ketua DPM menyampaikan sejumlah arahan penting sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian. Beliau menekankan bahwa setiap kegiatan di lingkungan kampus memiliki orientasi pendidikan yang serius dan bernilai ibadah. Ia juga mengingatkan bahwa mengajarkan Al-Qur’an merupakan amalan mulia yang memiliki nilai keberlanjutan sebagai amal jariyah. Pesan tersebut menjadi penguat motivasi bagi para mahasiswa untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa lokasi penugasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi semangat pengabdian. Menurutnya, seorang pengajar sejati justru diuji ketika mampu berkontribusi di tempat-tempat sederhana hingga wilayah terpencil. Ia juga mengingatkan bahwa niat menjadi kunci utama dalam setiap amal perbuatan. Dalam konteks ini, UNIDA Gontor sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik terus berkomitmen membentuk kader pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan sosial.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi koordinasi dan sosialisasi antara pengajar baru, pengajar lama, serta guru lokal TPA. Forum ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang efektif, memperkuat kolaborasi, serta menyamakan persepsi dalam metode pembelajaran Al-Qur’an di masing-masing TPA. Dengan demikian, proses pengabdian diharapkan dapat berjalan lebih terarah, kompak, dan berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan. Kehadiran para pengajar baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam metode pembelajaran serta memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput.
Dengan terlaksananya pelantikan ini, diharapkan seluruh mahasiswa dapat menjaga amanah yang telah diikrarkan serta menjadikannya sebagai tanggung jawab moral dan spiritual. UNIDA Gontor kembali menegaskan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten mencetak generasi Qur’ani yang berintegritas, berilmu, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian kepada umat.
Penulis: Muhammad Rayyan Asy’Ary
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






