UNIDA Gontor — Komitmen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam mengembangkan budaya akademik dan penelitian kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif dosen serta mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi dalam ajang 76th Annual ICA Conference 2026 Regional Hub Surakarta. Kegiatan ilmiah bergengsi tersebut diselenggarakan di UNS Inn Surakarta pada Jumat (5/6/2026) dan menjadi wadah pertemuan akademisi, peneliti, dosen, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk bertukar gagasan dan mempresentasikan hasil penelitian di bidang ilmu komunikasi.
Konferensi yang mengangkat tema “Communication and Inequalities in Context” dengan subtema “Beyond Importing Theory: Advancing Communication Knowledge from Indonesia” ini terselenggara atas kerja sama International Communication Association (ICA) Indonesia, Program Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, serta sejumlah institusi pendidikan tinggi lainnya. Melalui forum akademik tersebut, para peserta didorong untuk menghadirkan perspektif dan kontribusi ilmiah yang relevan dengan konteks sosial serta budaya Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor, Al-Ustadz Bambang Setyo Utomo, M.I.Kom., mempresentasikan penelitian berjudul “From Brand Member to Brand Owner: Student Corporate Brand Identification in a Pesantren-Based University.” Penelitian tersebut membahas proses terbentuknya identifikasi mahasiswa terhadap institusi pendidikan berbasis pesantren melalui pengaruh nilai-nilai kepesantrenan, pengalaman akademik, serta kehidupan kolektif yang dijalani selama masa studi. Kajian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana mahasiswa memaknai identitas kelembagaan dan keterikatannya terhadap universitas.
Selain partisipasi dosen, empat mahasiswi semester lima Program Studi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor juga berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian mereka. Kelompok pertama yang terdiri dari Shafa Aninditya Mumpuni dan Rakhel Fasya Nurfadhillah memaparkan penelitian berjudul “Utilizing Instagram for Healthcare Promotion: Social Media Marketing Practices at Muslimat Islamic Hospital of Ponorogo.” Penelitian tersebut mengulas pemanfaatan platform Instagram sebagai sarana promosi kesehatan, penyebaran informasi publik, serta penguatan komunikasi institusi kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, kelompok kedua yang beranggotakan Vania Zakiyah Daniyah dan Maftuhatu Rohmah mempresentasikan penelitian berjudul “Three Ways Strategy of Marketing Public Relations in Islamic Fundraising: A Case Study of LDSBQ PAS Gontor.” Kajian tersebut menyoroti implementasi strategi Marketing Public Relations dalam kegiatan penghimpunan dana yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus mengkaji efektivitas pendekatan komunikasi yang digunakan dalam membangun kepercayaan publik.

Keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam konferensi internasional ini menjadi bukti nyata keseriusan UNIDA Gontor dalam memperkuat ekosistem riset di lingkungan kampus. Sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong sivitas akademika untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Partisipasi pada forum ilmiah berskala internasional tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring akademik, memperoleh masukan dari para pakar, serta meningkatkan kemampuan presentasi dan publikasi ilmiah. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan budaya penelitian sejak jenjang sarjana.
Melalui berbagai capaian akademik yang diraih, UNIDA Gontor semakin meneguhkan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pembinaan karakter, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Shafa Aniditya Mumpuni
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






