UNIDA Gontor — Fakultas Tarbiyah berhasil mencatatkan capaian membanggakan dengan meraih Juara 3 pada Universitas Darussalam Gontor kembali menorehkan capaian akademik yang membanggakan melalui kiprah salah satu mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), Muhammad Azrul Amirullah, yang tampil sebagai presenter sekaligus pemakalah pada forum akademik di dua perguruan tinggi di Yogyakarta, yakni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Mei 2026 tersebut menjadi ruang ilmiah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas intelektualnya melalui presentasi hasil penelitian bersama para akademisi dari berbagai jenjang pendidikan dan bidang keilmuan.
Pada agenda pertama yang berlangsung pada 12–13 Mei di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, kegiatan konferensi diawali dengan sesi diskusi akademik dan dilanjutkan pemaparan karya ilmiah oleh para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan paper berjudul From Sharia to Statecraft: Ibn Taymiyyah’s Vision of Political Authority and Public Administration. Kajian tersebut mengulas pemikiran politik Ibn Taymiyyah terkait otoritas politik, tata kelola pemerintahan, serta administrasi publik dalam perspektif siyasah Islam. Penelitian ini berupaya memperluas pembahasan mengenai pemikiran Ibn Taymiyyah yang selama ini lebih banyak dikaji dari sisi teologi, hukum, dan kritik sosial-keagamaan.

Lebih lanjut, penelitian tersebut menawarkan pemahaman bahwa syariah tidak semata dipandang sebagai seperangkat aturan normatif, melainkan juga sebagai fondasi etika pemerintahan dan administrasi publik. Pendekatan ini memperlihatkan keterkaitan antara moralitas agama, otoritas negara, dan kemaslahatan masyarakat dalam membangun sistem pemerintahan yang terstruktur. Menariknya, pada forum akademik tersebut Muhammad Azrul Amirullah berkompetisi dan berdiskusi bersama peserta dari kalangan mahasiswa magister, doktoral, serta sejumlah akademisi dari berbagai institusi pendidikan tinggi.
Setelah menyelesaikan agenda konferensi di UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Azrul Amirullah melanjutkan partisipasinya pada 14 Mei dalam kegiatan Halaqah Kalender Global Tunggal di Universitas Ahmad Dahlan. Forum tersebut membahas gagasan penyatuan sistem kalender hijriah global yang diinisiasi oleh organisasi Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya harmonisasi waktu ibadah umat Islam di berbagai belahan dunia.

Dalam sesi presentasi, Muhammad Azrul Amirullah membawakan paper berjudul Kesalahpahaman Publik terhadap Kalender Hijriyyah Global Tunggal (KHGT): Analisis Sosio-Legal atas Dialektika Otoritas Fikih dan Disrupsi Epistemik di Indonesia. Penelitian tersebut menyoroti dinamika pemahaman masyarakat terhadap konsep Kalender Hijriah Global Tunggal, terutama berkaitan dengan resistensi dan perbedaan pandangan di tengah tradisi rukyat dan hisab yang berkembang di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sosio-legal berbasis kualitatif, kajian ini menguraikan faktor penyebab, pola respons publik, serta implikasi sosial dari perdebatan epistemik mengenai implementasi KHGT.
Prestasi akademik ini menjadi bukti nyata konsistensi Universitas Darussalam Gontor dalam membina mahasiswa agar aktif berkontribusi dalam forum ilmiah nasional. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong lahirnya generasi intelektual yang mampu menghasilkan gagasan berbasis riset serta memiliki daya saing di lingkungan akademik yang semakin kompetitif. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang tidak hanya menekankan pembinaan karakter, tetapi juga penguatan tradisi keilmuan dan kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






