Back

Prodi HI UNIDA Gontor Gelar Kuliah Umum tentang Geopolitik dan Hukum Humaniter

Public Lecture Prodi HI UNIDA Gontor tentang geopolitik, hukum humaniter, dan peran media global

UNIDA Gontor — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Darussalam Gontor melalui Student Association (HMPS HI) menyelenggarakan kegiatan Public Lecture bertajuk “The U.S.-Iran War: Challenge for Civil Society & the Media Amid War and Legal Uncertainty” yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026 di tengah sesi akademik yang berlangsung di Istanbul Meeting Hall, UNIDA Kelas C. Kegiatan ini juga digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting sebagai bentuk adaptasi pembelajaran berbasis teknologi. Acara ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan global di lingkungan Universitas Islam Terbaik dalam menghadapi dinamika konflik internasional kontemporer.

Kegiatan ilmiah tersebut menghadirkan narasumber utama Faisal Assegaf, seorang Analis Timur Tengah, Founder Albalad.co, sekaligus Jurnalis Perang yang memiliki pengalaman luas di berbagai wilayah konflik. Sesi diskusi dipandu oleh Al-Ustadzah Ida Susilowati, M.A., selaku dosen senior Program Studi Hubungan Internasional UNIDA Gontor yang bertindak sebagai moderator. Kehadiran keduanya memberikan perspektif akademik dan praktis yang memperkaya pemahaman peserta terhadap isu global yang dibahas.

Dalam pemaparannya, Faisal Assegaf menegaskan bahwa pola konflik modern telah mengalami transformasi signifikan. Perang tidak lagi hanya dipahami sebagai benturan kekuatan militer antarnegara, tetapi juga telah berkembang menjadi pertarungan narasi di ruang digital dan media informasi. Beliau menyoroti bahwa disinformasi, propaganda, dan manipulasi opini publik kini menjadi instrumen strategis dalam konflik bersenjata yang berdampak luas terhadap masyarakat sipil dan stabilitas internasional.

Public Lecture Prodi HI UNIDA Gontor tentang geopolitik, hukum humaniter, dan peran media global

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya peran media independen, akademisi, dan masyarakat sipil dalam menjaga objektivitas informasi serta memperkuat prinsip kemanusiaan di tengah ketidakpastian hukum internasional. Diskusi juga mengulas penerapan hukum humaniter internasional serta tantangan advokasi kemanusiaan dalam situasi konflik yang kompleks dan dinamis.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi berlangsung. Mahasiswa Hubungan Internasional aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait peran aktor non-negara, implikasi geopolitik, serta strategi komunikasi global dalam merespons konflik. Interaksi yang terbangun menunjukkan adanya ruang akademik yang produktif dalam mengembangkan kemampuan analisis mahasiswa terhadap isu-isu global.

Melalui kegiatan ini, Prodi HI UNIDA Gontor menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori hubungan internasional, tetapi juga mampu membaca realitas global secara kritis dan humanis. Penguatan wawasan tersebut sejalan dengan visi Universitas Islam Terbaik dalam membentuk generasi intelektual yang berintegritas, responsif, dan berkontribusi terhadap perdamaian dunia.

Penulis: Fathan Fauzan Alhakim
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor