Back

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Presentasikan Kajian Demokrasi pada Konferensi Internasional

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan penelitian tentang demokrasi pada konferensi internasional UInSCof 2026.

UNIDA Gontor — Mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional melalui partisipasinya dalam The 5th Ushuluddin International Student Conference (UInSCof) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini, pada Rabu–Kamis, 3–4 Juni 2026, mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan beragam isu keislaman dan tantangan global dalam forum ilmiah berskala internasional.

Pada kesempatan tersebut, UNIDA Gontor diwakili oleh Muhammad Azrul Amirullah, mahasiswa semester tujuh Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum. Delegasi UNIDA berhasil menjadi presenter setelah artikel ilmiahnya dinyatakan lolos seleksi dan diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi tersebut. Penelitian yang dibawakannya mengangkat tema Geopolitical Hermeneutics dengan judul “Siyasah Syar’iyyah Analysis of Hijazi Salafi Opinions in Indonesia Concerning the Democratic Government System by Ibnu Taimiyyah’s Perspective.”

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan penelitian tentang demokrasi pada konferensi internasional UInSCof 2026.

Penelitian tersebut berangkat dari fenomena penolakan terhadap sistem demokrasi oleh sebagian kelompok Salafi Hijazi yang memandang demokrasi sebagai produk pemikiran manusia yang berpotensi menggeser kedudukan wahyu sebagai sumber hukum. Dalam kajiannya, Muhammad Azrul Amirullah menelaah persoalan tersebut melalui perspektif Ibnu Taimiyyah yang menekankan bahwa suatu sistem pemerintahan tidak semata-mata dinilai dari bentuk formalnya, melainkan dari tujuan dan substansi yang dihasilkannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah prinsip dalam demokrasi memiliki kesesuaian dengan konsep siyasah syar’iyyah yang dikembangkan oleh Ibnu Taimiyyah. Nilai-nilai seperti musyawarah, partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpin, pembatasan kekuasaan, serta perlindungan terhadap hak-hak warga negara dipandang sejalan dengan prinsip keadilan, kemaslahatan umum, amanah, dan kompetensi yang menjadi fondasi pemerintahan dalam pandangan ulama tersebut. Oleh karena itu, demokrasi dapat dipahami sebagai sarana untuk mewujudkan kemaslahatan publik selama penerapannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar syariat Islam.

Konferensi internasional ini menjadi salah satu forum akademik bergengsi yang menghadirkan sekitar 150 makalah dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Turki, Libya, Thailand, Mesir, dan Pakistan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti presentasi yang terbagi ke dalam 14 klaster diskusi dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan penelitian tentang demokrasi pada konferensi internasional UInSCof 2026.

Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari hubungan Islam dan geopolitik global, kajian tafsir terhadap konflik internasional, filsafat Islam, etika kekuasaan, hingga peran spiritualitas Islam dalam menjawab tantangan kemanusiaan, lingkungan, dan krisis global. Selain menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah, konferensi ini juga membuka peluang penguatan jejaring kerja sama antarlembaga pendidikan dan penelitian dari berbagai negara.

Keikutsertaan mahasiswa UNIDA Gontor dalam kegiatan akademik internasional ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendorong pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam forum ilmiah global serta menghasilkan karya-karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten dalam mencetak generasi intelektual berwawasan luas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.

Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor