UNIDA Gontor Dorong Pengembangan Wisata Sungai Ngindeng untuk Kemandirian Desa

UNIDA Gontor Dorong Pengembangan Wisata Sungai Ngindeng untuk Kemandirian Desa

17 Agustus 2026

UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 17 Agustus 2026, UNIDA Gontor melaksanakan Soft Launching Desa Wisata Tubing Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi Sungai Ngindeng agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan wisata tidak hanya diarahkan pada peningkatan daya tarik destinasi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha mikro, pelestarian lingkungan, serta pengenalan budaya lokal. Melalui pendekatan tersebut, wisata diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi desa.

Ketua LPM UNIDA Gontor, Al-Ustadz Dr. Riza Ashari, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat secara langsung. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik perlu diterapkan untuk membaca potensi, menjawab kebutuhan, serta membantu masyarakat membangun kemandirian.

Soft Launching Wisata Sungai Ngindeng

“Peradaban tidak hanya dibangun dari ruang-ruang kuliah. Peradaban tumbuh ketika ilmu hadir di tengah masyarakat, mampu membaca potensi, menyelesaikan persoalan, menumbuhkan kemandirian, dan menghadirkan kemaslahatan. Karena itu, pengabdian UNIDA Gontor diarahkan agar tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa Tubing Ngindeng tidak semata-mata diposisikan sebagai destinasi wisata sungai. Pengembangannya diarahkan untuk membentuk ekosistem masyarakat yang saling mendukung. Pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan dapat membuka ruang bagi UMKM, memberikan kesempatan kepada pemuda untuk berkarya, memperkuat jasa pemandu wisata, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai dan lingkungan.

Dalam proses pengembangannya, UNIDA Gontor bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ngindeng, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), masyarakat, pemuda, tubing guide, serta sejumlah pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pengembangan potensi desa.

Kepala Desa Ngindeng menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan UNIDA Gontor. Kehadiran perguruan tinggi dinilai memberikan dorongan bagi masyarakat untuk melihat potensi desa, khususnya sungai, sebagai aset yang dapat dikelola secara produktif dan bertanggung jawab.

Soft Launching Wisata Sungai Ngindeng oleh UNIDA Gontor

Pemerintah Desa Ngindeng berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, Tubing Ngindeng diharapkan mampu menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

UNIDA Gontor mengambil peran melalui berbagai bentuk pendampingan, mulai dari peningkatan sumber daya manusia, pengelolaan destinasi, peningkatan kompetensi tubing guide, penerapan standar keselamatan, promosi melalui media digital, pengembangan UMKM, edukasi lingkungan, hingga penguatan kelembagaan pengelola wisata. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses pemberdayaan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola potensi secara mandiri.

Pengembangan Tubing Ngindeng juga diarahkan untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan berbagai potensi lain yang dimiliki desa. Kuliner lokal, produk UMKM, seni dan budaya, ekonomi kreatif, jasa pemandu, serta kegiatan edukasi lingkungan dapat dikembangkan secara terpadu sehingga manfaat keberadaan destinasi tidak hanya dirasakan oleh pengelola wisata.

Soft launching yang dikemas melalui Ngindeng River Festival menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus memperkuat keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan ini menjadi titik awal dari proses pengembangan yang membutuhkan pendampingan, evaluasi, dan kerja sama secara berkelanjutan.

Soft Launching Wisata Sungai Ngindeng

Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus berupaya menerjemahkan nilai keilmuan dan pengabdian ke dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran UNIDA Gontor di Desa Ngindeng menjadi salah satu bentuk penerapan tridarma perguruan tinggi yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari proses membangun kemaslahatan bersama.

Lebih jauh, pengembangan Desa Wisata Tubing Ngindeng mencerminkan arah pengabdian UNIDA Gontor yang mengedepankan keterlibatan masyarakat, keberlanjutan, dan penguatan potensi lokal. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor memandang bahwa pengabdian yang bermakna tidak hanya diukur dari terlaksananya suatu program, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk meneruskan dan mengembangkan hasilnya secara mandiri.

Dari Desa Ngindeng, UNIDA Gontor menghadirkan sebuah gagasan bahwa pembangunan dapat dimulai dari potensi yang berada dekat dengan kehidupan masyarakat. Sungai, lingkungan, budaya, pemuda, dan kegiatan ekonomi dapat menjadi bagian dari satu ekosistem pemberdayaan apabila dikelola melalui kolaborasi yang terarah.

Melalui pengembangan Tubing Ngindeng, UNIDA Gontor berharap proses ilmu, pengabdian, pemberdayaan, kemandirian, dan peradaban dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Dari ilmu yang diabdikan, potensi masyarakat digerakkan; dari pemberdayaan, kemandirian ditumbuhkan; dan dari masyarakat yang mandiri, pembangunan desa yang berkelanjutan dapat diwujudkan.

Penulis: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related