Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

3 Oktober 2026

UNIDA Gontor — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor melaksanakan kunjungan akademik ke kantor Majalah Gontor, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Studi Pengayaan Lapangan (SPL). Kegiatan yang mengusung tema “Metodologi Kepenulisan Jurnalistik dalam Pengembangan Media Islam Kontemporer” tersebut dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026, dan diikuti oleh 28 mahasiswi semester 6 dengan pendampingan Al-Ustadz Mahmud Rifanuddin, S.Ud., M.Ag., Al-Ustadz Fahmi Akhyar Al-Farabi, S.Ag., M.Ag., dan Al-Ustadzah Dr. Nindhya Ayomi Delahara, S.Ag., M.Pd.

Bertempat di kantor Majalah Gontor, Jl. RS. Fatmawati Raya No. 19 3, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, kegiatan berlangsung pukul 15.30–17.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan dari Al-Ustadz Mohamad Deny Irawan, S.H.I., S.Sy., M.A.Hk., selaku Sekretaris Redaksi Majalah Gontor, serta Al-Ustadz M. Khaerul Muttaqin, M.E., selaku Wartawan Majalah Gontor sekaligus pemateri.

Pada sesi awal, mahasiswa diperkenalkan dengan profil, sejarah, dan peran Majalah Gontor sebagai salah satu media yang berada dalam lingkungan Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. Sejak berdiri pada 2003, Majalah Gontor hadir sebagai media yang berupaya memperluas jangkauan dakwah dan tarbiyah melalui penyampaian informasi, wawasan keislaman, ilmu pengetahuan, serta gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Majalah Gontor tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan, tetapi juga memiliki peran dalam pendidikan, dakwah, penyebaran ilmu pengetahuan Islam, penguatan ukhuwah, serta pendokumentasian berbagai aktivitas dan karya. Pemahaman tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa media memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi sekaligus menjadi sarana penyampaian nilai-nilai Islam secara bertanggung jawab.

Dalam pembahasan dasar jurnalistik, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai unsur 5W+1H yang meliputi what, who, when, where, why, dan how. Unsur tersebut menjadi landasan penting dalam menyusun berita agar informasi yang disampaikan memiliki struktur yang jelas dan lengkap. Selain itu, narasumber menekankan pentingnya verifikasi serta konfirmasi terhadap informasi sebelum dipublikasikan guna menjaga akurasi pemberitaan.

Mahasiswi IQT UNIDA Gontor mengikuti kunjungan akademik ke Majalah Gontor

Prinsip keberimbangan atau cover both sides juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa pemberitaan yang berkaitan dengan lebih dari satu pihak perlu disusun secara proporsional dengan memberikan ruang terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Prinsip tersebut menjadi salah satu bagian dari profesionalitas jurnalistik yang perlu diterapkan dalam proses pencarian hingga penyajian informasi.

Selain aspek teknis, pembahasan turut menekankan pentingnya etika dalam aktivitas jurnalistik. Sikap independen, jujur, adil, berimbang, menghindari plagiasi, serta menghormati privasi narasumber merupakan sejumlah prinsip yang harus diperhatikan oleh penulis maupun jurnalis. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai informasi yang dapat dipublikasikan dan informasi yang bersifat off the record, sehingga hubungan antara jurnalis dan narasumber tetap dibangun atas dasar kepercayaan dan tanggung jawab.

Pada aspek kebahasaan, mahasiswa diperkenalkan dengan perbedaan karakter bahasa dalam wawancara dan tulisan jurnalistik. Informasi yang diperoleh melalui wawancara dapat ditranskripsikan serta disunting agar tersaji secara sistematis dan mudah dipahami. Namun, proses penyuntingan tetap harus menjaga substansi dan maksud pernyataan narasumber. Ketelitian dalam mencatat, menyimpan, dan mendokumentasikan informasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga akurasi sekaligus membangun arsip jurnalistik.

Pembahasan mengenai plagiasi dan pengembangan angle turut menjadi perhatian. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan tulisan yang memiliki nilai tambah, bukan sekadar mengulang informasi dari media lain. Pengembangan tulisan dapat dilakukan melalui parafrasa yang tepat dengan mencantumkan sumber, penggunaan kutipan secara proporsional, maupun pemilihan sudut pandang yang lebih spesifik dengan tetap berpegang pada fakta yang dapat diverifikasi.

Selanjutnya, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai mekanisme kerja redaksi Majalah Gontor. Proses tersebut mencakup penentuan tema atau isu, pengumpulan bahan dan informasi, wawancara, penulisan naskah, evaluasi, pemenuhan tenggat waktu, quality control, rapat redaksi, hingga tahap layout dan penerbitan. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa sebuah tulisan jurnalistik membutuhkan proses yang sistematis sebelum sampai kepada pembaca.

Berbagai rubrik yang terdapat di Majalah Gontor juga diperkenalkan kepada mahasiswa, di antaranya isu dan fenomena nasional, laporan utama dan wawancara, berita nasional dan internasional, ragam pesantren, ruang akademisi dan pengamat, dirosah, kolom, tafsir, hadis, risalah, parenting, sirah nabawiyyah, ekonomi Islam, keluarga, peluang usaha dan UMKM, jejak ulama, kepondokmodernan, tausiyah, serta afkar. Keragaman tersebut membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kemampuan kepenulisan sesuai dengan bidang keilmuan dan minat masing-masing.

Mahasiswi IQT UNIDA Gontor mengikuti kunjungan akademik ke Majalah Gontor

Dalam konteks perguruan tinggi, kemampuan menulis menjadi salah satu keterampilan yang dapat mendukung pengembangan kompetensi akademik mahasiswa. Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, Universitas Darussalam Gontor terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan literasi dan komunikasi keilmuan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa IQT diarahkan agar mampu mengolah pengalaman dan pengetahuan menjadi karya tulis yang sistematis, kritis, dan memiliki manfaat bagi masyarakat.

Perkembangan teknologi digital turut menjadi bagian dari diskusi. Transformasi digital telah memengaruhi berbagai aspek kerja media, mulai dari pengelolaan naskah, komunikasi, dokumentasi, penyimpanan arsip, proses layout, hingga distribusi informasi. Di satu sisi, perkembangan tersebut memberikan kemudahan dalam pengelolaan dan penyebaran informasi. Di sisi lain, media juga perlu beradaptasi dengan perubahan karakteristik pembaca, kebutuhan pengelolaan data, serta tuntutan penyajian konten yang relevan.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif. Mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai tantangan media Islam dalam menghadapi perkembangan teknologi, keberlangsungan penerbitan, serta strategi dalam menyusun konten keislaman yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pentingnya profesionalitas, ketepatan informasi, keberlanjutan kelembagaan, dan kemampuan beradaptasi dalam pengelolaan media.

Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa IQT memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pengelolaan media Islam, mulai dari pencarian informasi, verifikasi, wawancara, penulisan, penyuntingan, hingga publikasi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami jurnalistik sebagai bagian dari literasi, pendidikan, dan dakwah Islam.

Sebagai tindak lanjut kegiatan SPL, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan hasil kunjungan dalam bentuk bunga rampai, berita kegiatan, dan laporan akhir. Dengan demikian, kegiatan lapangan tidak berhenti pada pengalaman observasi, tetapi dilanjutkan melalui proses refleksi, pengolahan informasi, dan penyusunan karya yang mendukung kompetensi akademik mahasiswa.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor dalam menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan studi Al-Qur’an dengan literasi, kepenulisan, media, dan dakwah. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan keterampilan praktis agar mampu berkontribusi secara positif dalam menyampaikan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman kepada masyarakat.

Penulis: Azka Zakiyah dan Fahmi Akhyar Al Farabi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related