UNIDA Gontor — Program Studi Studi Agama Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dalam rangka pembekalan bagi santri akhir Pondok Pesantren Nurul Bayan, Lombok Utara, Program Studi SAA menyelenggarakan seminar bertajuk “Waspada Gerakan Misi dengan Menjadi Da’i Intelektual” yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 M bertepatan dengan 5 Muharram 1448 H, sebagai bagian dari rangkaian Berita Acara Pembekalan Siswa Akhir Pondok Pesantren Nurul Bayan. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam memperkuat kualitas dakwah yang berbasis ilmu pengetahuan. Sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus menghadirkan program pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat tradisi akademik Islam.
Seminar tersebut diikuti oleh sebanyak 97 santri kelas akhir serta 30 asatidz pengabdian yang akan melaksanakan tugas pengabdian di berbagai daerah. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal akademik dan wawasan keislaman yang lebih luas kepada para peserta sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat. Selain memperkuat literasi mengenai kristologi dalam perspektif Studi Agama Agama, seminar juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dakwah, memperluas wawasan dialog antaragama, serta membangun kesiapan intelektual santri dalam menghadapi berbagai dinamika keagamaan di era digital.
Pada kesempatan tersebut, Mohammad Djaya Aji Bima Sakti, S.Ag., M.A., selaku Dosen Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor, menyampaikan bahwa tantangan dakwah saat ini mengalami perubahan yang sangat dinamis. Menurutnya, perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta meningkatnya interaksi lintas agama menuntut hadirnya generasi da’i yang tidak hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman secara normatif, tetapi juga memiliki kompetensi akademik dalam memahami studi agama-agama, termasuk kajian kristologi.
Beliau menjelaskan bahwa seorang da’i masa kini perlu memiliki kemampuan yang seimbang antara semangat ishlah (perbaikan umat) dan kapasitas dakwah yang argumentatif. Penguasaan wawasan lintas agama menjadi bekal penting agar seorang da’i mampu membaca berbagai fenomena sosial-keagamaan secara objektif, melakukan telaah ilmiah, serta membangun dialog yang santun dan berlandaskan argumentasi yang kuat. Dengan demikian, dakwah tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan solusi yang bijaksana terhadap berbagai persoalan umat.

Materi yang disampaikan dalam seminar tidak hanya membahas konsep-konsep dasar kristologi, tetapi juga menguraikan urgensi kajian tersebut dalam disiplin Studi Agama Agama. Pembahasan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan strategi gerakan misi pada era modern sehingga peserta memperoleh pemahaman yang proporsional mengenai pentingnya penguatan kapasitas intelektual dalam aktivitas dakwah. Seluruh materi dikemas secara interaktif melalui ceramah akademik, diskusi kelompok, studi kasus, kuis, hingga sesi tanya jawab sehingga peserta dapat berpartisipasi secara aktif sepanjang kegiatan berlangsung.
Antusiasme para peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi. Beragam pertanyaan disampaikan mengenai tantangan dakwah di tengah masyarakat yang semakin majemuk, penyebaran informasi keagamaan melalui media digital, hingga strategi memperkuat pemahaman keislaman yang moderat dan berbasis keilmuan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sejumlah buku kepada peserta yang aktif berdiskusi maupun berhasil menjawab pertanyaan selama seminar berlangsung.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor kembali menegaskan dedikasinya dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama yang terjalin bersama Pondok Pesantren Nurul Bayan diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi da’i yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menghadirkan dakwah Islam yang ilmiah, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman. Komitmen tersebut sekaligus memperkuat posisi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang konsisten mengintegrasikan keunggulan akademik, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian nyata bagi masyarakat.
Penulis: Abdullah Muslich Rizal Maulana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor