UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan K3 bagi Mahasiswi Baru Fakultas Ilmu Kesehatan

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan K3 bagi Mahasiswi Baru Fakultas Ilmu Kesehatan

26 Juli 2026

UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor melalui Fakultas Ilmu Kesehatan menyelenggarakan Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai standar keselamatan dalam aktivitas akademik dan penelitian. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juli 2026 tersebut bertempat di Aula Istanbul Lantai 3 Universitas Darussalam Gontor Kampus C dan diikuti oleh 181 mahasiswi baru dari Program Studi Farmasi, Gizi, dan Agroteknologi.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri profesional yang berkompeten di bidangnya, yaitu Al-Ustadzah Aisy Rahmania, M.KKK., selaku dosen Program Studi K3 Universitas Darussalam Gontor, serta Bapak Aris Priyodarsono dan Bapak Lilik Kukuh Junianto, S.H., dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngawi. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan kesungguhan sebagai bekal awal sebelum melaksanakan aktivitas di lingkungan laboratorium.

Materi pertama disampaikan oleh Al-UstadzahAisy Rahmania, M.KKK., dengan tema Safety Laboratory. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya mengenali berbagai potensi bahaya yang terdapat di laboratorium, khususnya terkait penggunaan bahan kimia dan peralatan penelitian. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai simbol bahaya bahan kimia yang harus dipahami untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja selama kegiatan praktikum maupun penelitian.

Pelatihan K3 Laboratorium bagi mahasiswi baru Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor

Selain pemahaman mengenai bahan kimia, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan laboratorium. Penggunaan jas laboratorium, sandal khusus laboratorium, kacamata pelindung (goggles), sarung tangan (gloves), hingga perlengkapan tambahan seperti penutup kepala dan jas pelindung khusus dalam proses tertentu menjadi bagian penting yang dijelaskan dalam pelatihan tersebut. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah penanganan awal apabila terjadi paparan bahan kimia maupun kondisi darurat lainnya di laboratorium.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Darussalam Gontor dalam membangun budaya keselamatan akademik. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga memperhatikan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keselamatan dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Aris Priyodarsono mengenai jenis-jenis kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Beliau menjelaskan empat kategori kebakaran, yaitu kebakaran kelas A yang disebabkan bahan padat nonlogam seperti kertas, kayu, dan plastik; kelas B yang berasal dari bahan cair mudah terbakar seperti minyak dan alkohol; kelas C akibat instalasi listrik bertegangan; serta kelas D yang disebabkan oleh bahan logam mudah terbakar.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai jenis APAR yang sesuai dengan karakteristik kebakaran, mulai dari APAR berbasis air, busa (Aqueous Film Forming Foam/AFF), serbuk kimia kering (Dry Chemical Powder), hingga karbon dioksida (CO₂). Selain teori, peserta diajarkan prosedur penggunaan APAR dengan metode yang tepat, yaitu menarik pin pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, menekan pemicu, dan mengayunkan semprotan secara terarah.

Pelatihan K3 Laboratorium bagi mahasiswi baru Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor

Pada sesi praktik lapangan, Bapak Lilik Kukuh Junianto, S.H., memberikan simulasi penanganan kebakaran menggunakan APAR jenis Powder dan CO₂. Para peserta secara bergantian mempraktikkan penggunaan APAR untuk memadamkan api sebagai bentuk kesiapan menghadapi kondisi darurat, khususnya di lingkungan laboratorium. Selain itu, peserta juga mendapatkan demonstrasi mengenai cara menangani kebocoran tabung gas yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif selama pelatihan, yaitu Keisha Arwa dari Farmasi 1 sebagai anggota tersemangat, Fatimah Azzahra dari Farmasi 1 sebagai peraih nilai post-test terbaik, Herlina Nadine sebagai individu teraktif, serta penghargaan untuk Unit 2 sebagai unit tersemangat dan Unit 1 sebagai unit terheboh. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pemateri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor mampu menerapkan prinsip K3 secara disiplin, baik selama berada di laboratorium maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor berkomitmen mencetak generasi akademik yang berilmu, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan serta profesionalitas kerja.

Penulis: Gita Amirul Ilma dan Salsabila Syifa Aurella
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related