UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan dalam menghadapi ketidakpastian melalui Kuliah Umum bertajuk “Manajemen Risiko Berbasis Nilai: Menjadi Manusia Tangguh di Era Ketidakpastian”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 6 September 2026 di Masjid Jami’ UNIDA Gontor tersebut menjadi bagian dari rangkaian awal Tahun Ajaran Baru Semester Genap Tahun Akademik 1447–1448 H/2026–2027. Kegiatan diikuti oleh seluruh civitas akademika UNIDA Gontor dengan menghadirkan Al Ustadz Dr. Syahruddin, S.H.I., M.Sc.Fin., Ph.D., ACCIA., Direktur International Centre for Awqaf Studies (ICAST), sebagai pemateri.
Mahasiswa mulai memadati Masjid Jami’ UNIDA Gontor sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan kemudian dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’anul Karim sebelum memasuki penyampaian materi utama.
Dalam pemaparannya, Al Ustadz Dr. Syahruddin, S.H.I., M.Sc.Fin., Ph.D., ACCIA. menjelaskan bahwa risiko dan ketidakpastian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Mahasiswa diajak untuk melakukan refleksi terhadap berbagai pilihan kehidupan serta mempertimbangkan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. Menurut beliau, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola waktu, menentukan arah, bertahan dalam menghadapi kesulitan, dan terus melakukan pengembangan diri.
Risiko dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan mahasiswa, seperti perkuliahan, ujian, kondisi keuangan, kesehatan, pertemanan, organisasi, hingga pemanfaatan teknologi. Setiap keputusan memiliki konsekuensi yang perlu dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.

Beliau juga menekankan bahwa manusia tidak dapat mengetahui masa depan secara pasti. Hal tersebut sejalan dengan kandungan QS. Luqman ayat 34 yang menjelaskan bahwa tidak seorang pun mengetahui secara pasti apa yang akan dikerjakannya pada hari esok. Dengan demikian, ketidakpastian tidak seharusnya dihadapi hanya dengan harapan, tetapi juga melalui perencanaan, pertimbangan yang matang, serta pengelolaan risiko berdasarkan informasi yang tersedia.
Lebih lanjut, risiko tidak selalu identik dengan sesuatu yang merugikan. Dalam kehidupan, ujian memiliki kemungkinan lulus maupun tidak lulus, perlombaan dapat berakhir dengan kemenangan maupun kekalahan, sementara kegiatan usaha memiliki peluang keuntungan sekaligus kerugian. Bahkan, keputusan untuk menghindari suatu risiko tetap memiliki konsekuensi tersendiri. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk belajar, mencoba, menentukan pilihan, menghadapi kegagalan, mengambil hikmah, dan memperbaiki diri.
Pembahasan juga diarahkan pada kehidupan mahasiswa di lingkungan asrama yang menjadi salah satu ruang pembelajaran dalam membangun ketangguhan. Interaksi sosial, kedisiplinan, tekanan lingkungan, kesehatan, kegiatan akademik, kepemimpinan, serta penggunaan teknologi merupakan sejumlah aspek yang membutuhkan pengelolaan secara bijaksana. Dalam praktiknya, manajemen risiko dapat dilakukan melalui proses identifikasi risiko, analisis kemungkinan dan dampak, penentuan prioritas, penanganan, pemantauan, serta komunikasi kepada pihak yang berkepentingan.
Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan Manajemen Risiko Berbasis Nilai, yakni pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga menjadikan nilai sebagai landasan dalam menentukan sikap dan keputusan. Dalam konteks pendidikan di UNIDA Gontor, Panca Jiwa menjadi salah satu pedoman penting yang meliputi keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, kebersamaan, dan kebebasan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak sekadar mampu mengurangi risiko, tetapi juga dapat mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan memberikan kemaslahatan.
Pada sesi interaksi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan risiko dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa mahasiswa juga diminta maju untuk mengkaji studi kasus mengenai target menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan risiko tidak lulus mata kuliah.

Melalui studi kasus tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, memperkirakan dampak, serta menentukan langkah mitigasi yang dapat dilakukan. Beberapa strategi yang dibahas antara lain menyusun jadwal belajar, membangun kebiasaan belajar bersama, menentukan skala prioritas, dan melakukan konsultasi dengan dosen. Pendekatan ini memberikan pemahaman bahwa manajemen risiko bukan hanya teori, melainkan keterampilan praktis dalam membaca keadaan, mempertimbangkan konsekuensi, dan menentukan tindakan yang tepat.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Al Ustadz Dr. Syahruddin, S.H.I., M.Sc.Fin., Ph.D., ACCIA. Selanjutnya, BAA menyampaikan pengumuman terkait pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS) dengan batas akhir pada 8 September 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan absensi berdasarkan fakultas, program studi, dan semester.
Melalui kegiatan tersebut, UNIDA Gontor terus mendorong mahasiswa agar memiliki kesiapan dalam menghadapi dinamika kehidupan akademik maupun sosial. Pemahaman mengenai Universitas Islam Terbaik tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan upaya membentuk manusia yang memiliki ketangguhan, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan nilai. Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor berkomitmen menanamkan kemampuan menghadapi ketidakpastian dengan sikap yang matang, tidak gegabah, serta tetap berorientasi pada amanah dan kemaslahatan.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyambut semester baru secara lebih terencana dan bertanggung jawab. Ketangguhan dalam menghadapi risiko bukan sekadar kemampuan untuk bertahan dalam berbagai keadaan, melainkan kemampuan untuk menjaga amanah, mengambil keputusan berdasarkan nilai, belajar dari pengalaman, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor