UNIDA Gontor — Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Al-Ustadz Ahmad Muqorobin, S.H.I., M.A., Ph.D., mengikuti rangkaian DIES NMT LEAP 2026 Phase 2 yang diselenggarakan di Surakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 tersebut menjadi kelanjutan dari Onsite Phase 1 yang sebelumnya dilaksanakan di Surabaya pada 30 Maret–2 April 2026.
Program DIES NMT LEAP 2026 merupakan bagian dari inisiatif Developing Internationalization and Education Strategies (DIES) yang didukung oleh German Academic Exchange Service (DAAD) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Kegiatan ini mempertemukan sekitar 25 pimpinan dan pengelola perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta berasal dari beragam unsur kelembagaan, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua program studi, hingga pengelola institusi.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus mendorong terbentuknya jejaring antarpimpinan perguruan tinggi. Berbagai sesi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kompetensi individu, tetapi juga mengarahkan peserta untuk memahami tantangan kelembagaan secara lebih luas serta menemukan pendekatan yang relevan dalam menghadapi perubahan di lingkungan pendidikan tinggi.

Salah satu sesi yang memberikan pengalaman bermakna adalah Conflict to Collaboration. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami strategi pengelolaan konflik sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi institusi masing-masing. Melalui pendekatan peer consulting, peserta saling bertukar pengalaman, memberikan perspektif, serta merumuskan alternatif penyelesaian berdasarkan konteks yang dihadapi. Proses ini menunjukkan bahwa pengalaman kelembagaan dapat menjadi sumber pembelajaran bersama yang bernilai bagi pengembangan perguruan tinggi.
Pembelajaran tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan PAP (Project Action Plan) Gallery Walk Showcase. Pada kesempatan ini, Al-Ustadz Ahmad Muqorobin, S.H.I., M.A., Ph.D. mempresentasikan Project Action Plan yang telah diimplementasikan di UNIDA Gontor. Presentasi tersebut memperoleh tanggapan, penilaian, serta masukan dari peserta dan fasilitator. Forum ini menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi proses implementasi sekaligus mengidentifikasi kemungkinan pengembangan program secara berkelanjutan.
Selain sesi akademik dan kepemimpinan, peserta memperoleh pengalaman budaya melalui kegiatan Cultural Evening. Para peserta mengenakan pakaian daerah dan menampilkan berbagai bentuk kesenian dari daerah asal masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia sekaligus membangun kedekatan personal di antara peserta yang berasal dari latar belakang perguruan tinggi berbeda.
Rangkaian DIES NMT LEAP 2026 Phase 2 juga menghadirkan Prof. Peter Mayer, International Expert dari University of Applied Sciences Osnabrück, Jerman. Kehadirannya memberikan perspektif internasional mengenai kepemimpinan, pengelolaan konflik, serta pengembangan perguruan tinggi yang berkelanjutan. Perspektif tersebut menjadi tambahan penting bagi peserta dalam melihat tantangan pendidikan tinggi dari sudut pandang global.

Kegiatan di Surakarta turut diisi dengan kunjungan ke Pura Mangkunegaran. Para peserta berkesempatan diterima oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X dan mengikuti jamuan makan malam di Pracimasana Mangkunegaran. Selain memperkenalkan aspek sejarah dan budaya, kegiatan tersebut menjadi ruang informal untuk membangun komunikasi dan memperkuat jejaring antarpeserta.
Keikutsertaan Al-Ustadz Ahmad Muqorobin, S.H.I., M.A., Ph.D. dalam program ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan kepemimpinan dan memperkuat jejaring kelembagaan UNIDA Gontor. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi serta membangun kerja sama yang konstruktif.
Melalui pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari DIES NMT LEAP 2026 Phase 2, berbagai gagasan pengembangan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penguatan tata kelola, inovasi, serta kolaborasi kelembagaan. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penulis: Ahmad Muqorobin
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor