UNIDA Gontor Perkuat Ekonomi Syariah melalui Komisariat IAEI Jawa Timur

UNIDA Gontor Perkuat Ekonomi Syariah melalui Komisariat IAEI Jawa Timur

1 Oktober 2026

UNIDA Gontor —Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ekonomi syariah melalui pembentukan Komisariat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di lingkungan universitas. Sebagai bagian dari penguatan peran tersebut, pada Kamis, 27 Agustus 2026, Al-Ustadz Dr. Muhammad Alfan Rumasukun, S.H.I., M.E., CIIQA., selaku Ketua Komisariat IAEI UNIDA Gontor menghadiri rangkaian Pelantikan, Audiensi, Seminar Nasional, dan Rapat Kerja IAEI Wilayah Jawa Timur yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 3 Gedung G6 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kampus 1, Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan jaringan IAEI di Jawa Timur melalui pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IAEI Jawa Timur periode 2026–2031 beserta 48 Komisariat IAEI di wilayah tersebut.

Kegiatan mengangkat tema “Ekonomi Syariah untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur: Memperluas Literasi, Meningkatkan Inklusi, Menjaga Indonesia yang Harmoni dan Lestari”. Forum tersebut mempertemukan unsur akademisi, pengurus organisasi, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kehadiran perwakilan UNIDA Gontor menunjukkan komitmen universitas dalam membangun jejaring akademik dan kelembagaan yang mendukung penguatan ekonomi Islam di tingkat regional maupun nasional.

Agenda tersebut dihadiri dan dibuka oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IAEI sekaligus Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya mendorong literasi ekonomi syariah agar tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi pemahaman, penerapan, dan penciptaan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Gagasan tersebut dirumuskan melalui pesan, “Kita harus membawa masyarakat dari knowing menjadi understanding, dari understanding menjadi doing, dan dari doing menjadi creating.”

Pesan tersebut menjadi salah satu landasan penting bagi pengurus IAEI, termasuk Komisariat UNIDA Gontor, dalam menjalankan peran organisasi. Pengembangan ekonomi syariah membutuhkan keterhubungan antara pendidikan, penelitian, praktik ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks perguruan tinggi, keberadaan komisariat dapat menjadi ruang untuk memperkuat kajian akademik, memperluas literasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi yang bergerak di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Setelah pelaksanaan pelantikan dan seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja IAEI Wilayah Jawa Timur. Rapat tersebut menjadi forum untuk membahas arah program organisasi serta merumuskan sejumlah langkah strategis bagi penguatan peran DPW dan komisariat. Pembahasan melibatkan jajaran DPP IAEI, DPW IAEI Jawa Timur, serta para ketua dan pengurus komisariat dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Rapat kerja dipandu oleh jajaran Sekretariat DPW IAEI Jawa Timur, di antaranya Sekretaris I Dr. Ika Yunia Fauzia, Lc., M.E.I., dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Sekretaris IV Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si., dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dan Sekretaris VI Shofiyun Nahidloh, M.H.I., dari Universitas Trunojoyo Madura. Forum tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPW IAEI Jawa Timur Dr. Moch. Khoirul Anwar, M.E.I., dari Universitas Negeri Surabaya serta Ketua II Dr. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, S.E., M.H., M.M., dari Universitas K.H. Mukhtar Syafaat Banyuwangi.

Dr. Muhammad Alfan Rumasukun menghadiri kegiatan IAEI Jawa Timur

Dari jajaran DPP IAEI, turut hadir Prof. Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang menjabat sebagai Ketua Bidang I Organisasi, Pembinaan Wilayah dan Komisariat DPP IAEI periode 2025–2030. Kehadiran berbagai unsur kepengurusan tersebut memperkuat ruang dialog dan koordinasi antarkomisariat dalam merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

Dalam forum tersebut, Al-Ustadz Dr. Muhammad Alfan Rumasukun, S.H.I., M.E., CIIQA., hadir sebagai perwakilan UNIDA Gontor bersama sejumlah pimpinan dan pengurus komisariat dari berbagai perguruan tinggi. Di antaranya terdapat perwakilan Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Annuqayah Sumenep, STAI Darul Ulum Banyuwangi, STAINIM Sidoarjo, UNUGIRI Bojonegoro, UNZAH Probolinggo, Universitas Ibrahimy Situbondo, Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Al-Amien Prenduan, Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi, Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, dan Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember.

Bagi UNIDA Gontor, keterlibatan dalam IAEI menjadi bagian dari penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam bidang ekonomi Islam. Sebagai perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam, UNIDA Gontor terus mendorong pengembangan keilmuan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan karakter UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berupaya mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan jejaring kelembagaan.

Pembentukan Komisariat IAEI UNIDA Gontor juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kegiatan akademik dan kelembagaan di bidang ekonomi syariah. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga keuangan syariah, pesantren, maupun pemangku kepentingan lainnya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi Islam. Melalui jejaring tersebut, sivitas akademika diharapkan dapat berkontribusi dalam menghasilkan gagasan, penelitian, dan program yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

Hasil Rapat Kerja IAEI Wilayah Jawa Timur selanjutnya diarahkan untuk menjadi bahan rekomendasi kepada DPP IAEI serta dasar penyusunan program kerja DPW dan komisariat. Sinergi dan kolaborasi menjadi unsur penting dalam menjalankan agenda tersebut agar pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berlangsung dalam ruang akademik, tetapi juga dapat diterapkan melalui kegiatan nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Keterlibatan UNIDA Gontor dalam forum IAEI Jawa Timur sekaligus memperkuat posisi universitas dalam membangun jejaring kerja sama di bidang ekonomi Islam. Melalui Komisariat IAEI, UNIDA Gontor diharapkan dapat terus mengembangkan ruang kolaborasi yang mendukung peningkatan literasi, riset, inovasi, serta pengabdian masyarakat berbasis ekonomi syariah. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik untuk menghadirkan kontribusi akademik dan kelembagaan yang selaras dengan kebutuhan umat dan perkembangan bangsa.

Penulis: Muhammad Alfan Rumasukun
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related