UNIDA Gontor —Universitas Darussalam Gontor menyelenggarakan Sumpah Apoteker Angkatan 3 di Hall Gedung Utama Lantai 4 UNIDA Gontor, Rabu (30 September 2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para apoteker baru untuk mengikrarkan sumpah profesi sekaligus memulai perjalanan pengabdian dengan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, etika, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
Rangkaian Sumpah Apoteker Angkatan 3 telah dimulai sejak Ahad (27 September 2026) dengan kedatangan para calon apoteker di lingkungan UNIDA Gontor. Tahap persiapan berlanjut pada Senin (28 September 2026) melalui kegiatan perfotoan calon apoteker dan Gladi Kotor I. Selanjutnya, pada Selasa (29 September 2026), para calon apoteker mengikuti Gladi Kotor II dan Gladi Suci bersama Wakil Rektor sebagai bagian dari pemantapan sebelum pelaksanaan prosesi utama.

Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan registrasi tamu undangan. Rektor Universitas Darussalam Gontor, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., bersama jajaran pimpinan kemudian memasuki hall. Acara dilanjutkan dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’anul Karim, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku. Seluruh rangkaian awal tersebut menjadi pengantar menuju prosesi Sumpah Apoteker Angkatan 3.
Prosesi utama diawali dengan pembukaan rapat terbuka Senat Fakultas Ilmu Kesehatan dalam rangka Sumpah Apoteker Angkatan 3 oleh Al-Ustadz apt. Kurniawan, S.Si., M.Farm. Selanjutnya, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Cecep Sobar Rochmah, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan laporan sekaligus membacakan Surat Keputusan kelulusan Program Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan 3. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah apoteker yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan didampingi rohaniawan, Zaed Mubarok.
Setelah pengucapan sumpah, para apoteker melakukan penandatanganan surat sumpah. Mereka juga menerima portofolio OSCE, sertifikat profesi, dan sertifikat kompetensi sebagai bagian dari kelengkapan perjalanan profesional setelah menyelesaikan pendidikan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan apoteker sebagai tenaga kesehatan profesional kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Prosesi tersebut menandai kesiapan para lulusan untuk memasuki dunia pelayanan kefarmasian dengan mengedepankan kompetensi, integritas, dan kepatuhan terhadap etika profesi.

Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik, kegiatan juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. apt. Amalia Paraswati, S.Farm. memperoleh penghargaan sebagai Mahasiswi Terbaik PSPPA Angkatan 3. Sementara itu, apt. Amelia Nur Afifah, S.Farm. meraih penghargaan sebagai terbaik UKMPDPA metode CBT, sedangkan apt. Baiq Ema Chaeratul Mar’ah, S.Farm. memperoleh penghargaan sebagai terbaik UKMPDPA metode OSCE.
Rangkaian acara turut diisi dengan sambutan dari perwakilan apoteker baru, wisudawati, wali apoteker baru, Rektor UNIDA Gontor, serta perwakilan Kolegium Farmasi. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya keterhubungan antara pendidikan profesi, organisasi kefarmasian, institusi pelayanan kesehatan, dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Islam Terbaik dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus memahami tanggung jawab moral dan sosial dalam menjalankan profesinya.
Sumpah Apoteker Angkatan 3 juga mempertemukan sivitas akademika dengan berbagai mitra yang memiliki keterkaitan dengan bidang kefarmasian. Berdasarkan daftar undangan, kegiatan dihadiri oleh unsur Kolegium Farmasi, APTFI, PD IAI Jawa Timur, PC IAI Ponorogo, PC IAI Ngawi, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, rumah sakit, industri, apotek, puskesmas, serta sejumlah mitra profesi lainnya. Dari lingkungan internal UNIDA Gontor, hadir pula jajaran pimpinan universitas, fakultas, program studi, dan sivitas akademika.

Kegiatan ditutup dengan pemutaran video wisudawati, doa, penutupan rapat terbuka Senat, dan sesi foto bersama. Setelah jajaran pimpinan meninggalkan hall, acara dilanjutkan dengan persembahan dari Apoteker Angkatan 3 dan penampilan band. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal perjalanan profesional para apoteker dalam mengamalkan ilmu, menjaga kehormatan profesi, serta memberikan pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan Sumpah Apoteker Angkatan 3, UNIDA Gontor menegaskan komitmennya dalam membentuk tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan di bidang kefarmasian, tetapi juga menjunjung nilai keislaman, etika, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan bekal pendidikan dan sumpah profesi yang telah diikrarkan, para apoteker diharapkan mampu menjalankan amanah secara profesional serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Universitas Islam Terbaik untuk terus menghadirkan lulusan yang berilmu, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kemaslahatan masyarakat.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor