UNIDA Gontor — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyelenggarakan kegiatan Studi Akademik bertema “Perenungan Jejak Perjuangan Tokoh Ulama Indonesia” di Museum Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, tersebut diikuti oleh 27 mahasiswa dengan didampingi oleh Al-Ustadz M. Shofwan Muttaqin, M.Ag. dan Al-Ustadz Alhafidh Nasution, S.Th.I., MIRKH selaku dosen pembimbing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi IQT dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui pembelajaran yang menghubungkan kajian Al-Qur’an dengan perjalanan sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Selama berada di Museum Muhammadiyah, para mahasiswa memperoleh pendampingan dari mahasiswa dan mahasiswi UAD yang bertugas sebagai pemandu edukasi museum.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak mengamati berbagai artefak dan informasi sejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah serta perjuangan K.H. Ahmad Dahlan. Penyampaian materi dilakukan melalui pemaparan sejarah dan diskusi interaktif sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan Muhammadiyah, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai perjuangan yang dapat dijadikan refleksi dalam kehidupan akademik dan sosial.
Salah satu pembelajaran penting yang diperoleh mahasiswa adalah keteguhan K.H. Ahmad Dahlan dalam menghadapi berbagai tantangan ketika menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Penolakan yang diterima tidak menghentikan langkah beliau untuk terus mengajak masyarakat kepada kebaikan. Bahkan, ketika tempat ibadah yang didirikannya mengalami penolakan dan perobohan, beliau tetap menunjukkan kesabaran serta keteguhan dalam melanjutkan perjuangan.
Para peserta juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya proses pembelajaran dan pengalaman berorganisasi dalam membangun sebuah gerakan. Sebelum mendirikan organisasi Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan terlebih dahulu mempelajari berbagai organisasi dan kelompok yang telah ada. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam merumuskan arah dan membangun organisasi yang kemudian berkembang sebagai salah satu gerakan Islam yang memiliki kontribusi luas di Indonesia.

Perjalanan dakwah K.H. Ahmad Dahlan juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya membangun komunikasi secara bertahap. Dakwah dilakukan dengan mendekati orang-orang terdekat terlebih dahulu, kemudian berkembang kepada masyarakat yang lebih luas. Sikap pantang menyerah dalam menghadapi penolakan menjadi salah satu nilai yang dapat diteladani oleh mahasiswa dalam menjalankan proses pendidikan, pengembangan keilmuan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selain memahami aspek historis, mahasiswa juga diajak merefleksikan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan menunjukkan bahwa pemahaman terhadap ajaran Islam dapat dikembangkan menjadi gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi IQT UNIDA Gontor diharapkan semakin memiliki kesadaran terhadap pentingnya mempelajari sejarah perjuangan ulama sebagai bagian dari penguatan wawasan keislaman. Pengalaman akademik di museum juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat menuntut ilmu, ketekunan dalam berdakwah, serta kepedulian terhadap kemajuan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan pengalaman akademik secara kontekstual. Melalui pembelajaran yang menggabungkan kajian teoritis dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengambil ibrah dari perjalanan para ulama dan menerapkannya dalam kehidupan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, Studi Akademik Program Studi IQT tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan museum, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perjuangan dalam menuntut ilmu dan menyebarkan kemaslahatan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa sebagai generasi intelektual Muslim yang berilmu, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sebagai bagian dari visi Universitas Islam Terbaik.
Penulis: Hasan Abdurrahman
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor