UNIDA Gontor — Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor kembali menggelar kegiatan SAA Sapa Guru sebagai wadah pembinaan keilmuan, karakter, dan spiritual mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Kantor Senat Universitas Darussalam Gontor ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya meluruskan niat, memperkokoh semangat pengabdian, serta mengambil hikmah dari setiap proses pendidikan.
Acara ini dipandu oleh Al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, S.Fil.I., M.A., dosen Program Studi Studi Agama-Agama UNIDA Gontor. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembinaan langsung dari Al-Ustadz KH. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., yang menyampaikan materi bertajuk “Telaah Niat; Menggali Hikmah di Tengah Khidmah.”
Dalam penyampaiannya, Al-UstadzKH. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., menjelaskan bahwa niat menjadi dasar utama dalam setiap amal dan aktivitas manusia. Menurut beliau, sebuah pengabdian yang dilandasi niat yang benar akan memberikan nilai lebih, tidak hanya dalam bentuk keberhasilan secara lahiriah, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan pelajaran berharga dalam perjalanan kehidupan.

Beliau menggambarkan Universitas Darussalam Gontor sebagai sebuah “musala di tengah perjalanan”, yaitu tempat bagi mahasiswa untuk berhenti sejenak dalam rangka memperkuat bekal sebelum melanjutkan perjalanan kehidupan yang lebih luas. Oleh karena itu, masa pendidikan di perguruan tinggi hendaknya dimanfaatkan untuk memperkaya ilmu pengetahuan, membangun akhlak, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut membagikan pengalaman perjalanan hidupnya selama menempuh pendidikan hingga menjalankan pengabdian di lingkungan Gontor. Kisah tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kecerdasan akademik, tetapi juga membutuhkan kesungguhan, ketekunan, serta keberkahan dari doa orang tua.
Beliau juga menyampaikan kembali sejarah perkembangan Universitas Darussalam Gontor sejak masa awal berdiri dengan berbagai keterbatasan fasilitas hingga mengalami perkembangan seperti saat ini. Kemajuan tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang seluruh civitas akademika yang terus menjaga tradisi keilmuan, nilai-nilai Islam, dan budaya akademik di lingkungan kampus.

Sebagai Universitas Islam Terbaik, Universitas Darussalam Gontor terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan pembentukan karakter. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa seluruh bidang keilmuan di UNIDA Gontor memiliki tujuan yang saling berkaitan, yaitu memperkuat serta mengembangkan khazanah keislaman untuk membangun peradaban yang lebih baik.
Lebih lanjut, beliau berpesan kepada mahasiswa agar tidak tergesa-gesa menentukan arah masa depan hanya berdasarkan keinginan pribadi. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan memperkuat kapasitas melalui ilmu, adab, dan pengalaman selama menjalani proses pendidikan. Sebagaimana pesan beliau, “Jangan menentukan sesuatu tentang masa depanmu, lihat dulu dalam kamusmu.” Pesan tersebut mengandung makna bahwa cita-cita harus dibangun berdasarkan pemahaman, kesiapan, dan bekal yang memadai.
Kegiatan SAA Sapa Guru berlangsung dengan suasana penuh khidmat dan interaktif. Para mahasiswa mengikuti penyampaian materi serta berdiskusi secara aktif bersama narasumber. Melalui kegiatan ini, Program Studi Studi Agama-Agama berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu, meningkatkan semangat pengabdian, serta menjadikan proses pendidikan sebagai jalan menuju kebermanfaatan bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Sebagai Universitas Islam Terbaik, Universitas Darussalam Gontor terus memperkuat tradisi pembinaan mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang mengembangkan aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Melalui kegiatan seperti SAA Sapa Guru, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesiapan dalam memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Penulis: Muhammad Khalid Brahmana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor