Prodi IQT UNIDA Gontor Memperkuat Tadabbur Al-Qur’an melalui Kunjungan Akademik

Prodi IQT UNIDA Gontor Memperkuat Tadabbur Al-Qur’an melalui Kunjungan Akademik

3 Oktober 2026

UNIDA Gontor —Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor melaksanakan kunjungan akademik ke AQL Islamic Center (Ar-Rahman Quranic Learning), Jakarta Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 20 Rabiul Akhir 1448/2 Oktober 2026, pukul 09.00–11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian Studi Pengayaan Lapangan (SPL) mahasiswa IQT semester 6 untuk memperluas wawasan mengenai pembelajaran Al-Qur’an berbasis tadabbur.

Kegiatan diikuti oleh 28 mahasiswa IQT semester 6 dengan didampingi tiga pembimbing, yaitu Al-Ustadz Mahmud Rifanuddin, S.Ud., M.Ag., Al-Ustadz Fahmi Akhyar Al-Farabi, S.Ag., M.Ag., dan Al-Ustadzah Nindhya Ayomi Delahara, S.Ag., M.Pd. Kunjungan yang bertempat di AQL Islamic Center, Jl. Tebet Utara I No. 40, RT. 8/RW. 2, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, tersebut mengangkat tema “Mengkaji Metode Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Tadabbur dalam Membentuk Pemahaman, Karakter, dan Peradaban Islam.”

Materi disampaikan oleh KH. Dr. (H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., selaku Pendiri dan Pembina AQL Islamic Center. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat gagasan “Menjadikan Setiap Ayat Al-Qur’an sebagai Operating System Kehidupan.” Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah al-Kahfi secara tartil sebelum dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pentingnya membangun hubungan yang lebih dekat, mendalam, dan berkesinambungan dengan Al-Qur’an.

Pembahasan kemudian diarahkan pada sejumlah ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan dalam membangun pemahaman tersebut, di antaranya QS. al-Isrā’ [17]: 9 yang menjelaskan Al-Qur’an sebagai petunjuk menuju jalan yang paling lurus. Selain itu, QS. Ṣād [38]: 29 turut menjadi pijakan dalam menjelaskan pentingnya tadabbur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an serta mengambil pelajaran yang terkandung di dalamnya. Interaksi dengan Al-Qur’an juga dikaitkan dengan tazkiyatun nafs, sehingga pembelajaran tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kepribadian.

Mahasiswa Prodi IQT UNIDA Gontor mengikuti kunjungan akademik di AQL Islamic Center

Dalam pemaparannya, KH. Dr. (H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., menjelaskan bahwa tadabbur merupakan proses memperhatikan ayat secara mendalam, memahami kandungan maknanya, mengambil nasihat dan hikmah, serta mempertimbangkan penerapannya dalam kehidupan. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan berulang agar hubungan seseorang dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada pemahaman tekstual, tetapi dapat berkembang menjadi kesadaran dan pengamalan.

Metode tadabbur yang diperkenalkan mencakup beberapa tahapan. Mahasiswa diajak untuk membaca dan menghafal ayat, menuliskan teks beserta terjemahannya, memahami kosakata, memperhatikan aspek kebahasaan, serta mengkaji tafsir ringkas. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan menentukan inti pesan dan pesan-pesan utama yang terdapat dalam ayat. Dari tahapan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menemukan tafsir, tadabbur, hikmah, serta pencerahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Salah satu kerangka yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah empat tahapan perubahan, yakni insight, mindset, attitude, dan behaviour. Kerangka ini menggambarkan proses bagaimana pemahaman terhadap ayat dapat melahirkan wawasan, membentuk cara pandang, memengaruhi sikap, kemudian diwujudkan dalam perilaku. Dengan demikian, tadabbur ditempatkan sebagai proses yang diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan seorang Muslim.

Selain pembahasan mengenai metode tadabbur, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan tentang sejumlah nama dan sifat Al-Qur’an, antara lain Al-Kitāb, Asy-Syifā’, Al-Furqān, An-Nūr, dan Adz-Dzikr. Perhatian terhadap setiap kosakata dalam Al-Qur’an juga ditekankan sebagai bagian penting dalam memahami petunjuk yang terkandung di dalamnya. Pada sesi tanya jawab, mahasiswa turut memperoleh penjelasan mengenai aspek qira’at yang berkaitan dengan bacaan, rasm, dan ḍabṭ.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, khususnya mengenai penerapan metode tadabbur dalam kajian Al-Qur’an dan Tafsir. Diskusi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi yang diperoleh di lapangan dengan kajian akademik yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Mahasiswa Prodi IQT UNIDA Gontor mengikuti kunjungan akademik di AQL Islamic Center

Pada penghujung kegiatan, AQL Islamic Center memberikan kalender pengingat serta Al-Qur’an wakaf dengan rasm ‘Utsmani kepada rombongan mahasiswa. Pemberian tersebut menjadi bagian dari penguatan motivasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kedekatan dan interaksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan akademik ini memberikan pengalaman tambahan bagi mahasiswa IQT dalam memahami pembelajaran Al-Qur’an yang memadukan aspek pengetahuan, perenungan, dan pengamalan. Kegiatan tersebut juga memperluas perspektif mahasiswa bahwa kajian Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap teks, tetapi juga bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat membentuk pola pikir, karakter, dan perilaku.

Sebagai salah satu rangkaian SPL mahasiswa IQT semester 6, hasil kunjungan ini selanjutnya menjadi bagian dari proses penyusunan bunga rampai, berita kegiatan, dan laporan akhir SPL. Melalui proses tersebut, pengalaman lapangan mahasiswa dapat didokumentasikan sekaligus dikembangkan menjadi karya akademik yang memiliki nilai edukatif.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Prodi IQT Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang kontekstual bagi mahasiswa. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong penguatan kompetensi akademik mahasiswa melalui integrasi kajian keislaman, pengalaman lapangan, dan pembentukan karakter.

Melalui kunjungan ke AQL Islamic Center, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dalam kehidupan. Upaya tersebut sejalan dengan ikhtiar UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam membentuk lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan, kematangan karakter, serta kemampuan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Anas Tasya Salsabila dan Fahmi Akhyar Al Farabi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related