UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menyelenggarakan Pembukaan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026–2027 M/1448–1449 H., pada Kamis, 13 Agustus 2026, di lapangan rumput depan Gedung Terpadu UNIDA Gontor. Kegiatan yang berlangsung pukul 06.45–07.25 WIB tersebut menjadi awal rangkaian UAS yang dilaksanakan pada 13–19 Agustus 2026 bagi mahasiswa dari berbagai jenjang semester. Selain sebagai penanda dimulainya evaluasi akademik, pembukaan UAS menjadi momentum untuk memberikan pengarahan mengenai pentingnya kesungguhan belajar, penguasaan ilmu, pembentukan karakter, serta kesiapan mahasiswa menghadapi berbagai bentuk ujian dalam kehidupan.
Kegiatan bertajuk حفل افتتاح الامتحان للفصل الدراسي الأول بالحرم المركزي جامعة دار السلام كونتور atau Acara Pembukaan Ujian Semester Pertama di Kampus Pusat Universitas Darussalam Gontor tersebut diikuti mahasiswa dari tujuh fakultas dan 17 program studi. Para peserta hadir dengan mengenakan pakaian formal, jas almamater, dan sepatu pantofel serta membawa perlengkapan tulis sebagai persiapan mengikuti ujian. Rangkaian acara diawali dengan pengondisian peserta dan penghormatan kepada pimpinan universitas, dosen, serta seluruh hadirin, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan Rektor dan doa.
Dalam arahannya, Rektor UNIDA Gontor, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menegaskan bahwa proses memperoleh ilmu tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa perlu memperluas pemahaman melalui diskusi, membaca berbagai referensi, bertanya, melakukan kajian, serta menghubungkan materi perkuliahan dengan persoalan nyata. Menurut beliau, pembelajaran di kelas merupakan salah satu bagian dari proses keilmuan yang harus dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa.

Rektor juga mengingatkan bahwa kemampuan mengingat materi belum sepenuhnya menunjukkan penguasaan ilmu. Mahasiswa perlu bergerak dari tahap mengingat menuju memahami, menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan. Dengan demikian, ujian tidak semata-mata dipandang sebagai sarana untuk memperoleh nilai, tetapi menjadi bagian dari proses mengukur sekaligus memperkuat pemahaman akademik.
Selain aspek akademik, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menekankan bahwa lingkungan pendidikan turut membentuk karakter mahasiswa. Berbagai aktivitas keseharian di kampus, seperti kehidupan asrama, kegiatan berjamaah, kajian, interaksi antarmahasiswa, olahraga, dan tradisi pendidikan lainnya, merupakan pengalaman yang memberikan nilai pembelajaran. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui proses mengalami, menjalani, dan membiasakan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut mengajak mahasiswa membangun mentalitas keikhlasan dan pengabdian. Berbagai kegiatan yang dilakukan tanpa menjadikan imbalan material sebagai orientasi utama dinilai dapat melatih kepedulian, tanggung jawab, dan kesediaan untuk berkontribusi. Karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran bahwa proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan pribadi yang siap mengabdi kepada masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan visi pendidikan UNIDA Gontor yang menempatkan ilmu, akhlak, dan pengabdian sebagai bagian penting dalam pembentukan mahasiswa. Dalam konteks tersebut, Universitas Islam Terbaik tidak hanya ditandai oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kualitas lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, kemandirian, serta kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor mendorong mahasiswa untuk memiliki keunggulan pada lebih dari satu bidang. Selain menguasai keilmuan sesuai program studi, mahasiswa diharapkan mengembangkan kompetensi lain sesuai minat dan potensinya, seperti teknologi, bahasa, filsafat, olahraga, kepenulisan, maupun bidang kreatif lainnya. Kemampuan untuk mengembangkan kompetensi lintas bidang tersebut menjadi bekal penting agar mahasiswa memiliki fleksibilitas dalam menghadapi perkembangan zaman.
Mahasiswa juga didorong untuk berani mengambil peluang akademik dan nonakademik pada tingkat yang lebih luas. Keikutsertaan dalam seminar nasional, student exchange, penulisan makalah, publikasi jurnal internasional, hingga presentasi karya ilmiah di forum internasional menjadi bagian dari pengalaman yang dapat memperluas wawasan dan meningkatkan daya saing. Prestasi mahasiswa pada akhirnya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap reputasi dan rekognisi universitas.
Setelah pengarahan Rektor, doa dipimpin oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. Kegiatan kemudian ditutup dengan hamdalah, Kafaratul Majelis, dan salam. Selanjutnya, mahasiswa diarahkan menuju ruang ujian masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ujian dilaksanakan dalam berbagai bentuk, antara lain ujian mandiri, ujian tulis, ujian lisan, tugas, dan tugas akhir sesuai kebijakan dosen pengampu.
Melalui pembukaan tersebut, mahasiswa diharapkan menjalani UAS dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab. Lebih dari sekadar evaluasi pembelajaran selama satu semester, ujian menjadi sarana untuk membangun kedewasaan akademik dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan. Universitas Islam Terbaik pada akhirnya bukan hanya tentang capaian institusi, tetapi juga tentang lahirnya mahasiswa yang berilmu, berkarakter, berprestasi, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor