Enam Mahasiswa UNIDA Gontor Mengenal Budaya Tengger melalui Pembukaan Yadnya Karo Prangkulon

Enam Mahasiswa UNIDA Gontor Mengenal Budaya Tengger melalui Pembukaan Yadnya Karo Prangkulon

29 Juli 2026

UNIDA Gontor — Enam mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ASPIKOM Jawa Timur 2026 mengikuti kegiatan Pembukaan Yadnya Karo Tengger Prangkulon di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian pelaksanaan KKN yang tidak hanya menitikberatkan pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya lokal. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Islam Terbaik dalam membentuk lulusan yang memiliki kepekaan sosial, wawasan kebudayaan, serta kemampuan beradaptasi dengan kehidupan masyarakat yang beragam.

Kehadiran enam mahasiswa UNIDA Gontor pada prosesi pembukaan Yadnya Karo merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan selama pelaksanaan KKN Kolaboratif ASPIKOM Jawa Timur 2026. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenali kondisi sosial, budaya, serta karakteristik masyarakat Desa Ngadiwono sebagai dasar dalam menyusun program kerja yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Enam mahasiswa UNIDA Gontor mengikuti Pembukaan Yadnya Karo Tengger Prangkulon di Pasuruan

Yadnya Karo merupakan salah satu tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Suku Tengger. Upacara ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus. Tradisi tersebut tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta pelestarian identitas budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Tengger hingga saat ini.

Selama mengikuti kegiatan pembukaan, para mahasiswa berbaur bersama tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat yang hadir dalam prosesi tersebut. Mereka mengamati secara langsung setiap tahapan upacara, menyaksikan pelaksanaan ritual adat, serta berdiskusi dengan masyarakat mengenai makna filosofis yang terkandung di balik setiap rangkaian kegiatan. Interaksi tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan erat antara tradisi, nilai sosial, dan kehidupan masyarakat di kawasan Tengger.

Enam mahasiswa UNIDA Gontor mengikuti Pembukaan Yadnya Karo Tengger Prangkulon di Pasuruan

Pengalaman lapangan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya menghargai keberagaman budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Selain memperluas wawasan akademik, keterlibatan dalam kegiatan budaya lokal juga menjadi bekal dalam merancang strategi komunikasi dan program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan kebutuhan, karakter, serta nilai-nilai yang hidup di Desa Ngadiwono. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan program KKN yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Partisipasi mahasiswa UNIDA Gontor dalam Pembukaan Yadnya Karo Tengger Prangkulon menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada implementasi program kerja, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui penghormatan terhadap adat istiadat dan budaya lokal. Semangat tersebut sejalan dengan visi Universitas Islam Terbaik dalam mencetak generasi intelektual yang berkarakter, berintegritas, serta mampu berkontribusi secara positif bagi pembangunan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat sehingga pelaksanaan KKN Kolaboratif ASPIKOM Jawa Timur 2026 dapat memberikan dampak yang berkelanjutan, baik dalam aspek pemberdayaan masyarakat maupun pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.

Penulis: Ade Aula Maulana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related