Mahasiswa UNIDA Gontor Tampil sebagai Presenter di Konferensi Hukum Internasional IIUM 2026

Mahasiswa UNIDA Gontor Tampil sebagai Presenter di Konferensi Hukum Internasional IIUM 2026

26 September 2026

UNIDA Gontor —Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) kembali menunjukkan kiprahnya dalam forum akademik internasional melalui partisipasi mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai presenter dalam The 9th International Conference on Law and Society 2026 yang diselenggarakan pada 22–24 September 2026 di International Islamic University Malaysia (IIUM), Malaysia. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya UNIDA Gontor dalam memperluas ruang akademik mahasiswa sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam diskursus hukum Islam dan isu-isu kontemporer di tingkat global.

Konferensi internasional yang mengusung tema “Navigating Justice in the AI-Driven Society through Harmonisation of Shariʿah and Law” tersebut diselenggarakan secara luring dan daring. Rangkaian kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) dan International Islamic University Malaysia (IIUM) Kampus Gombak. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Ahmad Ibrahim Kulliyyah of Laws (AIKOL) International Islamic University Malaysia (IIUM) dengan sejumlah perguruan tinggi mitra, antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas Mataram, Universitas Islam Malang, Universiti Sultan Zainal Abidin, Multimedia University, dan Istanbul Medeniyet Üniversitesi.

Forum ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar dari berbagai negara untuk membahas perkembangan hukum dan masyarakat dalam menghadapi transformasi teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Beberapa narasumber yang turut berkontribusi dalam konferensi tersebut di antaranya Prof. Dr. Jasser Auda, Datuk Haji Iskandar Ismail, Prof. Dr. Ida Madieha Bt. Abdul Ghani Azmi dari IIUM, Prof. Dr. Zuhairah Ariff Bt. Abd Ghadas dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Prof. Dr. Iwan Satriawan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serta Prof. Dr. Cahit Suluk dari İstanbul Medeniyet Üniversitesi, Turki.

Pada kesempatan tersebut, UNIDA Gontor mengirimkan delegasi melalui Muhammad Azrul Amirullah, mahasiswa semester 8 Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum. Ia mempresentasikan penelitian berjudul “An Analysis of Dar’ul Mafasid Muqaddam ’Ala Jalbil Masalih on the Utilization of Information and Communication Technology (ICT) in the Consumer Dispute Resolution Process in Indonesia and Malaysia.” Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan Al Ustadzah Dr. Meitria Cahyani, M.H.

Mahasiswa UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah menjadi presenter di konferensi hukum internasional IIUM 2026

Penelitian yang dipresentasikan mengkaji penerapan kaidah fikih Dar’ul Mafasid Muqaddam ’Ala Jalbil Masalih, yang bermakna bahwa mencegah kemudaratan didahulukan daripada mengambil kemaslahatan. Kajian tersebut secara khusus melihat pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses penyelesaian sengketa konsumen di Indonesia dan Malaysia.

Melalui penelitian tersebut, Muhammad Azrul Amirullah menganalisis sejumlah persoalan yang dapat muncul dalam mekanisme penyelesaian sengketa secara digital atau Online Dispute Resolution (ODR). Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi potensi kebocoran data pribadi, kesenjangan akses terhadap teknologi, serta ketidakpastian hukum dalam pelaksanaan penyelesaian sengketa berbasis daring. Kajian ini juga menelaah sejauh mana regulasi perlindungan konsumen di Indonesia dan Malaysia telah memberikan perhatian terhadap mitigasi berbagai risiko tersebut di tengah perkembangan transaksi dan layanan digital.

Selain mengidentifikasi potensi kemudaratan, penelitian ini menggunakan pendekatan comparative study untuk membandingkan kerangka hukum dan mekanisme operasional penyelesaian sengketa konsumen berbasis TIK di Indonesia dan Malaysia. Perbandingan tersebut dianalisis melalui perspektif hukum Islam guna melihat relevansi prinsip-prinsip syariah dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan perlindungan konsumen.

Hasil kajian diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai konsep ideal de lege ferenda dalam pengembangan penyelesaian sengketa konsumen digital. Konsep tersebut diharapkan mampu mengakomodasi perkembangan teknologi, memberikan kepastian hukum, serta tetap menempatkan perlindungan hak konsumen dan pencegahan kerugian sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan penyelesaian sengketa berbasis digital.

Mahasiswa UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah menjadi presenter di konferensi hukum internasional IIUM 2026

Keikutsertaan mahasiswa UNIDA Gontor dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari proses penguatan pengalaman akademik dan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan di forum internasional. Selain memperluas wawasan, forum ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring akademik, bertukar perspektif dengan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, serta mengembangkan kajian hukum Islam yang relevan dengan perubahan sosial dan teknologi.

Partisipasi tersebut juga sejalan dengan komitmen UNIDA Gontor dalam membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan forum ilmiah internasional. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus berupaya memperkuat integrasi antara khazanah keislaman, keilmuan modern, dan persoalan kontemporer sehingga mahasiswa memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam masyarakat global.

Konferensi ini sekaligus menjadi ruang bagi UNIDA Gontor untuk memperluas jejaring kerja sama dan pertukaran keilmuan dengan berbagai perguruan tinggi internasional. Kehadiran delegasi Fakultas Syari’ah dan Hukum diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai hukum Islam dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya terkait perlindungan konsumen dan penyelesaian sengketa.

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam forum akademik internasional, UNIDA Gontor terus memperkuat perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang mendorong lahirnya intelektual Muslim berwawasan global, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta mampu merespons berbagai tantangan keilmuan dan sosial secara konstruktif. Keikutsertaan Muhammad Azrul Amirullah dalam konferensi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNIDA Gontor dalam membawa gagasan akademik berbasis nilai Islam ke ruang intelektual internasional.

Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related