Mahasiswa UNIDA Gontor Raih Juara II Esai Bahasa Arab Tingkat Asia Tenggara

Mahasiswa UNIDA Gontor Raih Juara II Esai Bahasa Arab Tingkat Asia Tenggara

17 September 2026

UNIDA Gontor —Mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Muhammad Galih Rakasiwi, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Esai Bahasa Arab Antarperguruan Tinggi se-Asia Tenggara pada ajang Sunan Kalijaga Arabic Festival IX 2026 (SukaArabic Fest). Prestasi tersebut diraih pada Sabtu, 12 September 2026, dalam kompetisi yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

SukaArabic Fest IX 2026 merupakan ajang kompetisi bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menuangkan gagasan dan pemikiran melalui karya tulis berbahasa Arab. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, kebahasaan, serta daya kritis dalam merespons berbagai perkembangan di era digital.

Dalam perlombaan tersebut, Muhammad Galih Rakasiwi yang merupakan mahasiswa semester IV Program Studi Studi Agama-Agama UNIDA Gontor mengangkat tema “Bahasa Arab dalam Ekosistem Pengetahuan Digital”. Ia menuangkan gagasannya melalui esai berjudul:

“خوارزميات بلا روح: نحو بناء “المحرر الروحي” لحماية الذوق العربي والوحدة الفكرية في عصر الذكاء الاصطناعي”.

Esai tersebut membahas hubungan antara bahasa Arab dan perkembangan kecerdasan buatan dalam ekosistem pengetahuan digital. Gagasan yang disampaikan berfokus pada pentingnya menjaga dzauq atau cita rasa bahasa Arab serta kesatuan pemikiran di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui pembahasan tersebut, Galih berupaya menawarkan perspektif mengenai pentingnya peran manusia dalam menjaga nilai, karakter, dan kekhasan bahasa ketika teknologi semakin banyak digunakan dalam proses produksi dan pengolahan pengetahuan.

Muhammad Galih Rakasiwi mahasiswa UNIDA Gontor raih Juara II esai Bahasa Arab Asia Tenggara

Proses kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, peserta diminta mengumpulkan naskah esai sesuai dengan tema dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Naskah yang masuk kemudian melalui proses seleksi dan penilaian secara daring. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, lima peserta dengan nilai tertinggi ditetapkan sebagai finalis yang berhak mengikuti babak akhir.

Muhammad Galih Rakasiwi berhasil menjadi salah satu dari lima peserta yang melaju ke babak final. Pada tahap tersebut, para finalis mengikuti proses penilaian untuk menentukan peraih Juara I, Juara II, dan Juara III. Dari tahapan tersebut, Galih berhasil menempati posisi Juara II dalam kompetisi esai bahasa Arab tingkat Asia Tenggara.

Capaian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan tradisi akademik dan literasi bahasa Arab di lingkungan perguruan tinggi. Prestasi tersebut juga menunjukkan ruang pengembangan potensi mahasiswa melalui kompetisi akademik yang menggabungkan kemampuan bahasa, penalaran, serta kemampuan dalam merespons isu-isu kontemporer.

Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan melalui berbagai kegiatan ilmiah, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Prestasi Muhammad Galih Rakasiwi dalam SukaArabic Fest IX 2026 turut memperkuat semangat tersebut, khususnya dalam pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang bahasa Arab dan penulisan akademik.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Dengan dukungan lingkungan akademik yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan, Universitas Islam Terbaik berkomitmen mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi, berpikir kritis, serta mengambil bagian dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memperhatikan nilai-nilai keislaman.

Penulis: Abdullah Muslich Rizal Maulana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related