UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor kembali menorehkan capaian akademik melalui partisipasi mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH), Muhammad Azrul Amirullah semester 7, dalam Castle Conference 6.0 atau Conference on Social, Science, Technology, Language, and Education Research yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan secara hybrid pada 1 Agustus 2026 di tengah rangkaian forum ilmiah yang mempertemukan peneliti, pendidik, mahasiswa, dan profesional dari berbagai bidang keilmuan. Konferensi ini menjadi ruang strategis untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi akademik lintas disiplin di tingkat nasional.
Castle Conference 6.0 menghadirkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas perkembangan inovasi dalam bidang pendidikan, teknologi, sosial, bahasa, dan sains. Melalui forum tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide serta penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

Pada sesi panel yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB, Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Inovasi Digital Fair Access: Solusi Bantuan Hukum Inklusif Bagi Masyarakat Marjinal”. Penelitian tersebut mengangkat persoalan kesenjangan akses terhadap layanan hukum yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat marjinal, khususnya di wilayah Ponorogo dan Ngawi. Hambatan ekonomi, rendahnya literasi hukum, serta keterbatasan akses geografis menjadi beberapa faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat belum memperoleh pendampingan hukum secara optimal.
Melalui pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menghasilkan gagasan inovasi berupa aplikasi digital “Fair Access” sebagai solusi bantuan hukum yang inklusif, mudah dijangkau, dan efisien. Aplikasi tersebut dirancang dengan berbagai fitur pendukung, seperti pusat informasi hukum, konsultasi daring berbasis kecerdasan buatan, layanan video call bersama pengacara pro bono, pengajuan bantuan hukum digital terverifikasi, serta peta layanan hukum interaktif.

Strategi pengembangan Fair Access juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga bantuan hukum untuk menghadirkan layanan hukum gratis yang lebih merata. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, mengurangi persepsi bahwa layanan hukum sulit dijangkau, serta mendukung terwujudnya keadilan sosial melalui konsep justice for all.
Keikutsertaan mahasiswa PMH UNIDA Gontor dalam konferensi akademik nasional tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki kemampuan dalam menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan solutif. Sebagai salah satu institusi yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik, UNIDA Gontor berupaya memperkuat perannya sebagai Universitas Islam Terbaik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi sosial. Pengalaman mengikuti forum ilmiah seperti Castle Conference 6.0 juga memberikan manfaat besar bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring akademik, serta meningkatkan kapasitas penelitian.
Partisipasi tersebut semakin menegaskan bahwa mahasiswa UNIDA Gontor mampu bersaing dalam berbagai forum nasional dan menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dengan semangat inovasi dan keilmuan Islam, UNIDA Gontor terus berupaya menjadi Universitas Islam Terbaik yang melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan zaman.
Penulis: Muhammad Khalid Brahmana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor