Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Menjadi Presenter pada Konferensi Internasional di India

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Menjadi Presenter pada Konferensi Internasional di India

10 September 2026

UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor kembali memperkuat kiprahnya dalam pengembangan kajian Islam di tingkat internasional melalui keikutsertaan mahasiswa sebagai presenter pada “5th Edition USWATHUNNABI International Academic Conference” yang diselenggarakan oleh Department of Arabic, Moulana Azad National Urdu University, Hyderabad, India, bekerja sama dengan University of Tübingen, Germany. Dalam kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada Rabu, 9 September 2026, Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman, mahasiswa PMH Universitas Darussalam Gontor, mengikuti sesi konferensi secara daring dari Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, keduanya mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Hijrah and Ethical Connectivity: Re-reading the Prophet’s Migration in the Age of Globalization.” Presentasi tersebut mengangkat kajian mengenai relevansi peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dengan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat global saat ini.

Penelitian ini berupaya membaca kembali makna spiritual, historis, dan sosial Hijrah dalam konteks abad ke-21. Kajian tersebut tidak menempatkan Hijrah semata-mata sebagai peristiwa perpindahan geografis dari Makkah menuju Madinah, tetapi juga sebagai proses transformasi nilai yang membentuk tatanan sosial baru. Melalui konsep ethical connectivity, penelitian ini menyoroti bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Hijrah dapat memberikan perspektif etis dalam menghadapi tantangan global, termasuk persoalan pengungsi, globalisasi, hubungan lintas batas, serta meningkatnya fragmentasi sosial.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor menjadi presenter konferensi internasional di India

Dengan menggunakan pendekatan studi sejarah kritis, penelitian tersebut menelaah perubahan tatanan masyarakat dari pola kehidupan berbasis kesukuan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Perkembangan masyarakat Madinah menjadi salah satu fokus penting dalam kajian ini, terutama dalam melihat bagaimana solidaritas, keadilan, penghargaan terhadap keberagaman, dan tanggung jawab sosial dapat menjadi dasar terbentuknya kehidupan bersama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang lahir dari peristiwa Hijrah memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Piagam Madinah, misalnya, menjadi salah satu instrumen historis yang memperlihatkan upaya membangun kehidupan sosial berdasarkan kesepakatan, tanggung jawab bersama, serta penghormatan terhadap keberagaman kelompok masyarakat. Perspektif tersebut menunjukkan bahwa warisan sejarah Islam dapat terus dikaji secara kritis untuk memberikan kontribusi terhadap persoalan kemanusiaan pada masa kini.

Konferensi internasional tersebut diikuti oleh sekitar 50 presenter dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, India, Malaysia, Italia, Uganda, dan Jerman. Proses penerimaan artikel dilakukan melalui seleksi yang ketat sehingga keikutsertaan Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik mahasiswa Universitas Darussalam Gontor dalam forum ilmiah internasional.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor menjadi presenter konferensi internasional di India

Partisipasi tersebut juga mencerminkan komitmen UNIDA Gontor dalam mendorong mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik, membangun jejaring keilmuan, serta menyampaikan gagasan Islam dalam ruang intelektual global. Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional menjadi sarana untuk mengembangkan tradisi akademik yang kritis sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Melalui penelitian yang mereka presentasikan, Azrul dan Hilman turut menunjukkan bahwa kajian terhadap sejarah profetik dapat dikembangkan menjadi wacana akademik yang relevan dengan persoalan masyarakat modern. Nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami sebagai bagian dari warisan sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber pemikiran dalam membangun dialog antarbudaya, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan menghadirkan kehidupan sosial yang lebih inklusif.

Keikutsertaan mahasiswa PMH UNIDA Gontor dalam forum internasional ini diharapkan semakin memperkuat budaya akademik dan semangat internasionalisasi di lingkungan kampus. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kontribusi nyata Universitas Islam Terbaik dalam pengembangan kajian Islam dan kemanusiaan di tingkat global.

Penulis: Muhammad Akbar Hilman
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related