UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan tradisi akademik melalui partisipasi mahasiswa pada 6th Graduate International Conference (GIC) yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid pada Rabu, 9 September 2026, dengan mengangkat tema “Islamic Interdisciplinary Studies on Sustainable Development, Harmony, and Global Transformation.” Konferensi ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar gagasan serta memperluas kajian keislaman dalam menghadapi berbagai persoalan kontemporer.
Pada kesempatan tersebut, UNIDA Gontor mengirimkan dua mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), yaitu Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman, yang keduanya merupakan mahasiswa semester 8. Keduanya mengikuti kegiatan secara daring dan berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian pada sesi presentasi yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Dalam forum internasional tersebut, Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman membawakan paper berjudul “An Islamic Ecological Jurisprudence Analysis of the Revocation of Mining Permits in the Raja Ampat Area.” Penelitian tersebut mengkaji kebijakan pencabutan izin pertambangan di kawasan Raja Ampat dengan menggunakan perspektif Islamic Ecological Jurisprudence atau fikih lingkungan (fiqh al-bi’ah).

Kajian tersebut menyoroti hubungan antara kebijakan hukum negara dalam perlindungan lingkungan dan prinsip-prinsip syariat Islam. Beberapa prinsip yang menjadi landasan pembahasan antara lain tawazun, yaitu menjaga keseimbangan ekosistem; dar’u al-mafasid, yakni upaya mencegah kerusakan dan kemudaratan; serta konsep khilafah yang menempatkan manusia sebagai pihak yang memiliki amanah untuk menjaga dan mengelola bumi secara bertanggung jawab.
Penelitian ini juga membahas adanya tarik-menarik antara kepentingan ekonomi yang bersifat ekstraktif dan kebutuhan menjaga keberlanjutan ekologis, terutama di wilayah yang memiliki nilai konservasi tinggi seperti Raja Ampat. Melalui pendekatan hukum Islam, penelitian tersebut memberikan argumentasi normatif dan etis bahwa perlindungan lingkungan serta kepentingan masyarakat lokal perlu menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan sumber daya alam, bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi dalam jangka pendek.
Lebih lanjut, penelitian Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman berupaya memperkaya perkembangan kajian fikih lingkungan kontemporer agar dapat diterapkan pada persoalan nyata dalam hukum dan tata kelola lingkungan di Indonesia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan aspek keberlanjutan, keadilan, serta nilai-nilai etika Islam.
Keikutsertaan mahasiswa PMH UNIDA Gontor dalam konferensi tersebut juga mencerminkan pentingnya penguatan kompetensi akademik mahasiswa melalui forum ilmiah berskala internasional. Kegiatan semacam ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian, menyampaikan gagasan secara ilmiah, sekaligus membangun jejaring akademik dengan peserta dari berbagai latar belakang.

Konferensi tersebut diikuti oleh 162 peserta dari lima negara dan menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam pengembangan penelitian keislaman. Partisipasi mahasiswa UNIDA Gontor dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan persoalan global.
Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai keilmuan sesuai bidang studinya, tetapi juga mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan berbagai persoalan masyarakat dan lingkungan. Keikutsertaan Muhammad Azrul Amirullah dan Muhammad Akbar Hilman dalam GIC UIN Mataram menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut.
Melalui partisipasi dalam forum ilmiah internasional, mahasiswa diharapkan semakin terampil dalam melakukan penelitian, menyampaikan argumentasi akademik, serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan kontemporer. Hal ini sekaligus memperkuat Universitas Islam Terbaik yang berkomitmen melahirkan insan akademik berwawasan luas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor