Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Presentasikan Riset pada AICEIS-5 2026

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Presentasikan Riset pada AICEIS-5 2026

9 Agustus 2026

UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor kembali menunjukkan kiprahnya dalam forum akademik internasional melalui partisipasi mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH). Muhammad Azrul Amirullah, mahasiswa semester 7, tampil sebagai presenter dalam The 5th Annual International Conference on Education and Islamic Studies (AICEIS-5) 2026 yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, pada 6 Agustus 2026 dalam rangkaian konferensi yang berlangsung secara hybrid pada 5–6 Agustus 2026.

AICEIS-5 2026 mengangkat tema “Islamic Thought, Leadership, and Global Sustainability: Rethinking Scholarship, Civilization, Human Development, and Eco-Spirituality.” Konferensi tersebut menjadi ruang akademik bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan mengenai pemikiran Islam, kepemimpinan, pembangunan manusia, peradaban, serta keberlanjutan global. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional, di antaranya Assoc. Prof. Derya Iner dari The Islamic Sciences and Research Academy (ISRA Academy/Charles Sturt University, Australia), Prof. Dr. Norhafizah Mohd Burhan dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Prof. Zulkifli, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Prof. Dr. Salma, M.Ag. dari UIN Imam Bonjol Padang. Sementara itu, pembicara internal terdiri atas Dr. Danil Mahmud Chaniago, M.Hum., Dr. Duhriah, M.A., Dr. Dewi Fitriana, M.Psi., Nofel Nofriadi, M.Pd., M.Hum., Ph.D., dan Dr. Muhammad Taufik, M.Si.

Pada sesi panel, Muhammad Azrul Amirullah mempresentasikan artikel berjudul “Human Rights From The Perspective Of Islamization Of Knowledge And Maqasid Syari’ah.” Penelitian tersebut membahas hak asasi manusia melalui perspektif Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Maqasid Syari’ah. Kajian ini berupaya membangun pemahaman konseptual yang menghubungkan HAM dengan prinsip-prinsip Islam secara lebih integratif.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah menjadi presenter AICEIS-5 2026

Dalam penelitian tersebut, HAM ditempatkan dalam kerangka epistemologi tauhidi, sehingga hak manusia dipahami tidak semata-mata sebagai konsep yang bersifat individual dan sekuler, tetapi juga sebagai bagian dari amanah manusia sebagai hamba sekaligus khalifah Allah di muka bumi. Pendekatan tersebut memberikan perspektif bahwa penghormatan terhadap martabat manusia memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam.

Kajian Muhammad Azrul Amirullah juga menguraikan lima tujuan pokok syariat atau al-dharuriyyat al-khams sebagai salah satu landasan dalam memahami hak-hak dasar manusia. Hifz al-din berkaitan dengan perlindungan agama dan kebebasan berkeyakinan, hifz al-nafs dengan perlindungan jiwa dan hak hidup, serta hifz al-‘aql dengan perlindungan akal dan kebebasan berpikir. Sementara itu, hifz al-nasl berkaitan dengan perlindungan keturunan dan kehidupan keluarga, sedangkan hifz al-mal menegaskan pentingnya perlindungan harta serta keadilan dalam kepemilikan.

Selain memetakan keterkaitan tersebut, penelitian ini menawarkan pendekatan ijtihad maqasidi sebagai upaya mempertemukan sejumlah persoalan antara Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) 1948 dan khazanah fikih klasik. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai kebebasan beragama dan kesetaraan gender dengan tetap mempertimbangkan prinsip serta otoritas wahyu.

Hasil penelitian tersebut juga memiliki relevansi terhadap pengembangan kajian hukum Islam di Indonesia. Gagasan yang ditawarkan dapat menjadi bahan akademik dalam melihat kembali persoalan HAM, termasuk dalam konteks penafsiran Pasal 28A–28J UUD 1945, pertimbangan dalam lingkungan Peradilan Agama, serta pengembangan kurikulum pendidikan tinggi Islam yang kritis, kontekstual, dan integratif.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Muhammad Azrul Amirullah menjadi presenter AICEIS-5 2026

Keikutsertaan Muhammad Azrul Amirullah dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Darussalam Gontor dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam forum ilmiah berskala nasional dan internasional. Kesempatan mempresentasikan hasil penelitian di hadapan akademisi dari berbagai institusi juga memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta membangun jejaring akademik.

Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNIDA Gontor dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung tradisi penelitian dan publikasi ilmiah. Sebagai institusi yang terus mengembangkan kualitas pendidikan Islam, UNIDA Gontor berupaya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu karakter yang mendukung visi perguruan tinggi Islam yang berorientasi pada kualitas dan layak dikenal sebagai Universitas Islam Terbaik dalam pengembangan keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Keikutsertaan mahasiswa PMH tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas akademik melalui penelitian, forum ilmiah, dan publikasi. Dengan semakin aktifnya mahasiswa dalam konferensi internasional, kontribusi UNIDA Gontor dalam pengembangan kajian Islam diharapkan semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat akademik maupun masyarakat secara umum. Capaian ini juga menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat posisi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan pemikiran kontemporer.

Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related