UNIDA Gontor — Mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH), Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, memperluas wawasan mengenai praktik penegakan hukum melalui kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) di Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Rabu, 9 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal secara langsung tugas, fungsi, serta kewenangan kejaksaan dalam sistem hukum di Indonesia.
Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi PMH dan menjadi sarana untuk menghubungkan materi hukum yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Melalui interaksi bersama jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses kerja lembaga penegak hukum sekaligus memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas secara profesional.
Mahasiswa diterima oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Fauzi, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan. Turut hadir Kepala Subbagian Pembinaan Hindun Harahap, S.H., M.H.; Kepala Seksi Intelijen Denata Suryaningrat, S.H., M.H.; Kepala Seksi Tindak Pidana Umum W. Erfandy Kurnia Rachman; Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Iskandar Zulkarnain, S.H., M.H.; Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Rama Hadi, S.H.; serta Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Dinneke Absari Yoesanti, S.H., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi, S.H., M.H. memberikan penjelasan mengenai kedudukan dan peran kejaksaan dalam sistem penegakan hukum. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai fungsi penuntutan, tetapi juga mengenal berbagai bidang yang mendukung pelaksanaan tugas kejaksaan, mulai dari intelijen, tindak pidana umum, tindak pidana khusus, perdata dan tata usaha negara, hingga pemulihan aset dan pengelolaan barang bukti.

Pada bidang Intelijen, mahasiswa diperkenalkan dengan proses pengumpulan serta pengolahan informasi yang mendukung kepentingan penegakan hukum. Sementara itu, melalui bidang Tindak Pidana Umum, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai tahapan penanganan perkara pidana serta peran Jaksa Penuntut Umum dalam proses peradilan. Penjelasan tersebut memberikan perspektif praktis mengenai pentingnya ketelitian dalam menelaah berkas, memahami fakta perkara, dan menjalankan proses hukum berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai penanganan perkara pada bidang Tindak Pidana Khusus yang memiliki karakteristik tertentu, termasuk perkara tindak pidana korupsi. Pada bagian ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya pembuktian, kecermatan dalam menganalisis perkara, serta komitmen terhadap penegakan hukum yang berorientasi pada kepastian dan keadilan.
Selain itu, bidang Perdata dan Tata Usaha Negara memberikan pemahaman mengenai peran kejaksaan dalam memberikan bantuan, pertimbangan, dan pelayanan hukum sesuai dengan kewenangannya. Adapun pada bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan barang bukti serta proses pemulihan aset yang berkaitan dengan perkara hukum.
Kegiatan SPL tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum merupakan proses yang melibatkan berbagai unsur dan bidang dengan fungsi yang saling berkaitan. Setiap tugas membutuhkan kompetensi, integritas, kecermatan, serta pemahaman yang baik terhadap peraturan perundang-undangan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa PMH dalam memahami bagaimana prinsip-prinsip hukum diterapkan ketika berhadapan dengan persoalan nyata.
Bagi mahasiswa Program Studi PMH, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman terhadap berbagai materi akademik, seperti hukum pidana, hukum acara pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara, dan kelembagaan hukum. Pembelajaran langsung di institusi penegak hukum memberikan pengalaman yang lebih konkret sehingga mahasiswa dapat melihat keterkaitan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik profesional.

Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab. Pembelajaran melalui kegiatan lapangan menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi akademik sekaligus kesiapan menghadapi dunia profesional.
Interaksi dengan aparat penegak hukum juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya etika dalam menjalankan profesi hukum. Seorang sarjana hukum dituntut tidak hanya mampu memahami norma dan peraturan, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, objektivitas dalam melihat persoalan, serta kesadaran terhadap tanggung jawab sosial dan keadilan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami mekanisme penegakan hukum sekaligus memperoleh gambaran mengenai berbagai bidang profesi yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. Pengalaman di Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto diharapkan menjadi bekal dalam membentuk calon sarjana hukum yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan SPL ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Fakultas Syari’ah dan Hukum UNIDA Gontor dalam mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan pengalaman praktis. Sebagai Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor berupaya menghadirkan pendidikan yang membangun keseimbangan antara ilmu, keterampilan, akhlak, dan tanggung jawab sehingga lulusan mampu berperan secara profesional dalam kehidupan masyarakat dan penegakan hukum.
Penulis: Yusuf Al Manaanu
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor