Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Dalami Kajian Fatwa melalui SPL di MUI Jawa Timur

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor Dalami Kajian Fatwa melalui SPL di MUI Jawa Timur

15 September 2026

UNIDA Gontor — Mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH), Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, mengikuti kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti 20 mahasiswa tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai proses kajian, penetapan, dan pengeluaran fatwa serta peran lembaga keulamaan dalam memberikan panduan hukum keagamaan kepada masyarakat.

Peserta SPL terdiri atas mahasiswa semester 4 dan semester 6 dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Al-Ustadz Yusuf Al Manaanu, S.H.I., M.H. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung mekanisme kajian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sebelum menghasilkan suatu pandangan atau fatwa keagamaan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur, KH. Sholihin Hasan, M.H.I., sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan kedudukan fatwa, tahapan pengkajian persoalan, serta berbagai pertimbangan yang diperlukan dalam proses penetapan fatwa. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa sebuah fatwa tidak ditetapkan secara sederhana, melainkan melalui proses keilmuan yang memerlukan ketelitian, kedalaman kajian, dan kehati-hatian.

Dalam proses pengkajian, suatu persoalan perlu ditelaah berdasarkan berbagai sumber dan metode hukum Islam. Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, qiyas, kaidah fikih, pendapat para ulama, serta literatur keislaman yang relevan menjadi bagian dari sumber kajian. Selain itu, kondisi nyata dan perkembangan persoalan di masyarakat turut diperhatikan agar pembahasan dapat dilakukan secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks permasalahan.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor mengikuti SPL di MUI Jawa Timur

KH. Sholihin Hasan, M.H.I., juga menekankan bahwa salah satu orientasi penting dalam penetapan fatwa adalah terwujudnya kemaslahatan umat. Karena itu, proses pengambilan keputusan membutuhkan pertimbangan yang matang agar pandangan hukum yang dihasilkan memiliki dasar keilmuan yang kuat sekaligus dapat memberikan jawaban terhadap persoalan aktual yang dihadapi masyarakat.

Bagi mahasiswa PMH, pembahasan tersebut menjadi pengalaman akademik yang relevan dengan materi perkuliahan. Kajian mengenai fatwa memperlihatkan keterkaitan antara fikih, usul fikih, maqashid al-syari’ah, serta kondisi sosial masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami dalil dan pendapat hukum, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk membaca persoalan secara objektif dan memahami konteks yang melatarbelakanginya.

Perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis juga menghadirkan berbagai persoalan baru dalam bidang sosial, ekonomi, teknologi, kesehatan, dan kehidupan keagamaan. Kondisi tersebut membutuhkan kajian hukum Islam yang dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan sumber hukum sekaligus realitas yang berkembang. Melalui SPL ini, mahasiswa dapat melihat secara lebih nyata bagaimana khazanah keilmuan Islam digunakan untuk merespons berbagai persoalan kontemporer.

Pembahasan dalam kegiatan tersebut turut memperkenalkan mahasiswa pada hubungan antara fatwa, masyarakat, dan kebijakan publik. Fatwa dapat menjadi salah satu bahan rujukan atau pertimbangan bagi pihak tertentu dalam memahami persoalan keagamaan. Namun, secara kedudukan hukum, fatwa merupakan pandangan atau pendapat keagamaan dan tidak secara otomatis memiliki kedudukan yang sama dengan peraturan perundang-undangan. Pemahaman mengenai posisi tersebut penting bagi mahasiswa agar mampu membedakan ranah hukum Islam, fatwa, dan regulasi negara secara proporsional.

Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong proses pendidikan yang tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman akademik secara langsung. Kegiatan SPL menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan lembaga dan praktisi yang memiliki pengalaman dalam bidang yang dipelajari.

Mahasiswa PMH UNIDA Gontor mengikuti SPL di MUI Jawa Timur

Selain memperoleh pemahaman mengenai substansi fatwa, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam proses penetapan hukum. Penguasaan terhadap sumber-sumber hukum Islam, metodologi istinbath, kemampuan memahami persoalan, serta kecermatan dalam mempertimbangkan dampak suatu keputusan menjadi aspek penting yang perlu dimiliki oleh seorang ahli hukum Islam.

Pengalaman belajar di MUI Jawa Timur diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UNIDA Gontor mengenai penerapan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Interaksi langsung dengan lembaga keulamaan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa kajian hukum Islam memiliki cakupan yang luas dan senantiasa berhubungan dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam melihat persoalan hukum. Dengan memahami tahapan kajian dan berbagai pertimbangan dalam penetapan fatwa, mahasiswa dapat membangun cara pandang yang lebih sistematis dalam menganalisis persoalan keislaman. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa PMH dalam mempersiapkan diri sebagai calon sarjana yang memiliki kompetensi di bidang hukum Islam dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui pelaksanaan SPL di MUI Jawa Timur, mahasiswa PMH UNIDA Gontor diharapkan semakin memahami hubungan antara teori dan praktik dalam kajian hukum Islam. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat pembelajaran akademik yang berorientasi pada penguasaan ilmu, pemahaman terhadap realitas sosial, serta kemampuan memberikan kontribusi yang konstruktif bagi masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan SPL tidak hanya menjadi sarana untuk menambah wawasan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa sebagai calon sarjana hukum yang memiliki keluasan perspektif, ketelitian dalam mengkaji persoalan, dan tanggung jawab keilmuan. Melalui kegiatan akademik semacam ini, UNIDA Gontor terus mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan keilmuan Islam dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat komitmennya sebagai Universitas Islam Terbaik yang menghasilkan lulusan berilmu, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan umat.

Penulis: Yusuf Al Manaanu
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related