UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH). Muhammad Azrul Amirullah berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Essay Duta Lingkungan Nusantara kategori edukasi yang diselenggarakan secara hybrid, dengan rangkaian kegiatan dan penilaian berlangsung secara daring pada 4 Agustus 2026. Capaian tersebut diraih melalui karya esai yang mengangkat isu sosial dan kemanusiaan dengan pendekatan nilai-nilai hukum Islam.
Kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai instansi dan daerah di seluruh Indonesia sehingga menghadirkan persaingan yang cukup kompetitif. Dalam ajang tersebut, Muhammad Azrul Amirullah mengangkat karya berjudul “Integritas Pemuda pada Korban Kasus Bullying dari Prinsip Hifẓ al-Nafs Maqāṣid al-Syarī‘ah”. Melalui tulisan tersebut, ia membahas pentingnya peran dan integritas generasi muda dalam menghadapi persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi perhatian di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Gagasan utama dalam esai tersebut berangkat dari konsep Hifẓ al-Nafs yang merupakan salah satu prinsip dalam Maqāṣid al-Syarī‘ah. Hifẓ al-Nafs secara umum bermakna menjaga dan melindungi jiwa manusia. Prinsip ini digunakan sebagai landasan untuk melihat persoalan bullying tidak hanya sebagai permasalahan sosial, tetapi juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan perlindungan martabat, keselamatan, dan keberlangsungan hidup manusia.
Melalui perspektif tersebut, Muhammad Azrul Amirullah menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam mencegah dan merespons tindakan perundungan. Kepedulian terhadap korban, sikap empati, keberanian menyampaikan kebenaran, serta kesediaan untuk mengambil tindakan yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Gagasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai persoalan sosial kontemporer.
Karya yang disusun Muhammad Azrul Amirullah juga memperlihatkan upaya menghubungkan khazanah pemikiran Islam dengan realitas kehidupan masyarakat modern. Prinsip Hifẓ al-Nafs tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi diarahkan menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam upaya memberikan perlindungan kepada korban bullying serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkeadaban.
Prestasi ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa Universitas Darussalam Gontor memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan akademik sekaligus merespons isu kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat. Capaian tersebut turut memperkuat komitmen kampus sebagai Universitas Islam Terbaik yang mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan keislaman, kepedulian sosial, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara konstruktif.
Keberhasilan Muhammad Azrul Amirullah diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Darussalam Gontor lainnya untuk terus mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi akademik dan kepenulisan. Semangat tersebut sejalan dengan visi pendidikan kampus dalam membentuk generasi intelektual Muslim yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Melalui prestasi tersebut, Universitas Darussalam Gontor semakin menegaskan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkarya, berprestasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan kehidupan. Prestasi Muhammad Azrul Amirullah sekaligus menjadi representasi kontribusi mahasiswa dalam menyuarakan gagasan positif bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih aman, berempati, dan berkeadilan.
Penulis: Muhammad Azrul Amirullah
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor