UNIDA Gontor — Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI), Fakultas Humaniora, Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Roudhoh Hannaaris Sa’id, berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu Peserta Terbaik Magang Fraksi PAN DPR RI (MAPAN) Batch II. Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian penutupan program yang berlangsung di Gedung Nusantara I DPR RI, Lantai 19, Jakarta, pada 20 Agustus 2026.
Program MAPAN Batch II diikuti sekitar 20 peserta dan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai dinamika kerja di lingkungan parlemen. Selama program berlangsung, peserta diperkenalkan dengan berbagai aktivitas kelembagaan, mulai dari diskusi dan rapat hingga komunikasi serta kegiatan yang berkaitan dengan politik dan kebijakan publik.
Bagi Roudhoh Hannaaris Sa’id, keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Lingkungan DPR RI memberikan ruang bagi dirinya untuk melihat secara lebih dekat bagaimana gagasan, kepentingan, serta berbagai persoalan masyarakat dibahas dalam proses pengambilan kebijakan.
Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, pengalaman tersebut juga memperluas perspektif Roudhoh mengenai hubungan antara proses politik, institusi negara, dan kepentingan masyarakat. Pembelajaran yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berkembang melalui interaksi dan keterlibatan dalam aktivitas kelembagaan selama mengikuti program magang.
Selama MAPAN Batch II, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih jauh mekanisme kerja Fraksi PAN DPR RI. Berbagai isu strategis menjadi bagian dari proses pembelajaran, termasuk perubahan iklim, transisi energi, dan ketahanan pangan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas politik memiliki keterkaitan erat dengan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan kebijakan yang tepat.

Perwakilan peserta MAPAN Batch II, Kanaya Azkia, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk memahami politik melalui pengalaman langsung. Menurutnya, keterlibatan di lingkungan parlemen memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai bagaimana proses politik berjalan dan bagaimana berbagai isu masyarakat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan.
Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Abdul Hakim Bafagih, Anggota Fraksi PAN DPR RI, yang menekankan pentingnya pengalaman langsung bagi generasi muda dalam memahami proses politik. Menurutnya, program magang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyaksikan secara lebih dekat bagaimana keputusan politik dibentuk dan diarahkan menjadi kebijakan publik.
Selain memperoleh penghargaan sebagai peserta terbaik, Roudhoh juga berhasil mengabadikan pengalaman magangnya melalui sebuah karya buku berjudul Di Balik Gedung Senayan: Menyusuri Ruang-Ruang Kebijakan, Menemukan Makna Pengabdian. Buku tersebut merupakan hasil refleksi atas perjalanan selama mengikuti MAPAN Batch II dan menjadi dokumentasi pengalaman ketika pembelajaran akademik dipertemukan dengan realitas kehidupan politik dan kelembagaan.
Dalam karya tersebut, Roudhoh menuangkan berbagai pengalaman selama berada di lingkungan parlemen, termasuk mengikuti rapat, mengenal mekanisme kerja fraksi, berinteraksi dengan berbagai pihak, serta memperoleh pengalaman di Komisi I DPR RI. Pengalaman itu kemudian direfleksikan sebagai proses pembentukan sikap profesional, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada acara penutupan MAPAN Batch II, penghargaan peserta terbaik diberikan kepada tiga peserta, yaitu Roudhoh Hannaaris Sa’id, Elvyra Putriwati, dan Kanaya Azkia. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keaktifan, kontribusi, dan proses pembelajaran yang telah dijalani para peserta selama mengikuti program.
Capaian Roudhoh sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNIDA Gontor dalam mengembangkan kapasitas akademik dan profesional melalui pengalaman di luar ruang perkuliahan. Hal ini sejalan dengan komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan wawasan, kompetensi, karakter, serta kemampuan berkontribusi di tengah masyarakat.

Pengalaman mengikuti MAPAN Batch II juga memperkaya perjalanan akademik Roudhoh sebagai mahasiswa Hubungan Internasional. Pengetahuan mengenai politik, komunikasi kelembagaan, kebijakan publik, dan kehidupan bernegara yang diperoleh selama program menjadi bekal untuk memahami persoalan secara lebih luas dan kontekstual.
Sementara itu, kehadiran buku Di Balik Gedung Senayan menunjukkan bahwa pengalaman akademik dan profesional dapat dikembangkan menjadi sebuah karya yang memiliki nilai reflektif. Buku tersebut tidak hanya menjadi catatan perjalanan selama magang, tetapi juga menjadi rekam jejak proses pembelajaran Roudhoh dalam memahami arti pengabdian melalui pengalaman di ruang-ruang kebijakan.
Berakhirnya MAPAN Batch II menjadi penanda selesainya rangkaian program, sekaligus awal bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh. Bagi Roudhoh, penghargaan sebagai peserta terbaik dan lahirnya sebuah karya buku menjadi dua capaian yang saling melengkapi dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.
Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat Roudhoh untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Sebagai bagian dari Universitas Islam Terbaik, mahasiswa UNIDA Gontor diharapkan mampu membawa nilai-nilai akademik, profesionalisme, dan pengabdian dalam berbagai ruang kontribusi.
Semangat tersebut terangkum dalam pesan yang disampaikan pada penutupan MAPAN Batch II, “Magang di Fraksi PAN, selalu terdepan.” Pesan tersebut menjadi refleksi atas perjalanan para peserta selama mengikuti program sekaligus dorongan untuk terus belajar dan berkarya setelah program berakhir.
Bagi Roudhoh Hannaaris Sa’id, pengalaman di lingkungan parlemen menjadi bagian penting dalam perjalanan untuk mempertemukan ilmu, pengalaman, dan pengabdian. Penghargaan yang diraih serta karya yang dihasilkan menjadi bukti bahwa proses pembelajaran dapat tumbuh melalui pengalaman nyata dan selanjutnya diwujudkan dalam kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
Penulis: Aqil Zhafran
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor