UNIDA Gontor — Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor Kelas C menyelenggarakan Kuliah Pakar bertema “Healing with Nature, Guided by Sunnah: Exploring Herbal Medicine and Thibbun Nabawi” sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengobatan berbahan alam dalam perspektif Islam dan ilmu kefarmasian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad, 26 Juli 2026, bertempat di Aula Istanbul Lantai 3 Universitas Darussalam Gontor Kelas C.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai pemanfaatan obat herbal secara rasional, aman, dan berbasis bukti ilmiah. Di tengah meningkatnya penggunaan produk herbal dalam masyarakat, mahasiswa farmasi dituntut mampu memahami manfaat, keamanan, dosis, serta cara penggunaan herbal secara tepat. Kondisi tersebut juga menjadi peluang bagi generasi farmasi untuk turut mengembangkan potensi kekayaan hayati Indonesia melalui pendekatan ilmiah dan profesional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, doa, serta sesi foto bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan narasumber oleh moderator sebelum memasuki sesi utama Kuliah Pakar.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. apt. Kintoko, M.Sc., yang mengangkat pembahasan mengenai Ath-Thibb An-Nabawi sebagai salah satu pendekatan kesehatan yang dapat dikaji secara holistik dengan memperhatikan landasan syariat dan hasil penelitian ilmiah. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penggunaan tanaman herbal secara rasional dengan mempertimbangkan jenis bahan, dosis, frekuensi, serta metode penggunaannya.

Sejumlah tanaman yang dikenal dalam pemanfaatan herbal, seperti madu, lidah buaya, fenugreek, dan kemangi, turut menjadi bagian dari pembahasan. Materi tersebut memberikan gambaran bahwa pemanfaatan bahan alam perlu disertai pemahaman ilmiah agar penggunaannya dapat memberikan manfaat secara optimal sekaligus meminimalkan risiko. Peran apoteker juga menjadi perhatian penting, terutama dalam memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat mengenai khasiat, keamanan, dan penggunaan produk herbal.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Awal Prichatin Kusumadewi, M.Sc., Apt., dengan materi mengenai perkembangan Herbal Medicine di era modern. Pembahasan mencakup potensi biodiversitas Indonesia sebagai sumber bahan baku obat, peluang pengembangan personalized medicine, standardisasi bahan baku, quality control, keamanan produk herbal, hingga peluang integrasi pelayanan berbasis herbal di fasilitas kesehatan.
Dalam sesi tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman bahwa pemanfaatan herbal sebagai terapi komplementer tetap memerlukan dukungan penelitian, standar mutu, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pendekatan tersebut penting agar penggunaan obat berbahan alam tidak hanya didasarkan pada pengalaman empiris, tetapi juga mempertimbangkan validitas ilmiah dan aspek keselamatan pasien.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, antara lain mengenai validitas penelitian herbal, pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai sumber informasi kesehatan, keamanan konsumsi herbal secara rutin, penggunaan herbal bersamaan dengan obat modern, serta tanggung jawab apoteker dalam memastikan penggunaan obat yang rasional. Kedua narasumber memberikan penjelasan berdasarkan prinsip evidence-based medicine dan ketentuan yang relevan dalam praktik kefarmasian.

Melalui Kuliah Pakar ini, mahasiswa Farmasi diharapkan semakin mampu memahami hubungan antara khazanah pengobatan dalam Islam dengan perkembangan ilmu kefarmasian modern. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap berbagai informasi kesehatan dan memiliki kemampuan dalam membedakan informasi yang didukung bukti ilmiah dengan klaim yang belum teruji.
Sebagai institusi yang terus mengembangkan pendidikan berbasis integrasi ilmu dan nilai keislaman, Universitas Darussalam Gontor berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun Universitas Islam Terbaik yang mampu melahirkan lulusan kompeten, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan ilmu dan kemaslahatan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkuat komitmen Program Studi Farmasi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika dunia kefarmasian yang semakin berkembang. Dengan penguasaan ilmu yang memadukan nilai-nilai Islam, penelitian, dan praktik profesional, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan obat herbal Indonesia secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Universitas Islam Terbaik dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Penulis: Mahmud Carica Dewi
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor