UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan, memperkuat semangat persatuan, serta melakukan refleksi terhadap makna kemerdekaan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan 4 Rabiul Awal 1448 H, tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Darussalam Gontor, petugas upacara dari kalangan mahasiswa, serta Rektor, Wakil Rektor, dan jajaran rektorat. Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., selaku Rektor Universitas Darussalam Gontor, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Pelaksanaan upacara berlangsung secara tertib dan khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan barisan, masuknya Komandan Upacara, penghormatan, serta laporan kepada Inspektur Upacara. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Teks Proklamasi, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan Pancasila. Pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian peringatan sebelum dilanjutkan dengan amanat Inspektur Upacara dan doa.
Dalam amanatnya, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. mengajak seluruh peserta untuk kembali menghayati arti kemerdekaan dengan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Menurut beliau, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu menjadi kesempatan untuk memahami kembali cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Beliau juga menekankan bahwa kemerdekaan perlu dimaknai sebagai amanah yang harus dijaga dan diwujudkan melalui kedaulatan serta kemandirian bangsa. Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga mencakup kemampuan bangsa untuk menentukan arah kehidupan dan memenuhi kebutuhan strategis secara mandiri. Dalam konteks tersebut, kedaulatan pangan, obat-obatan, dan pendidikan menjadi sejumlah bidang yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Pada bidang pendidikan, beliau menjelaskan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan juga harus membentuk manusia yang bertakwa, mampu mengembangkan potensi, memiliki kepedulian sosial, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam sejarahnya, pesantren turut memiliki kontribusi penting dalam perkembangan pendidikan dan perjuangan bangsa Indonesia.
Refleksi kemerdekaan juga diarahkan pada kontribusi nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman, nilai keadilan, musyawarah, kepedulian sosial, dan tasamuh perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, sikap toleransi dapat diwujudkan dengan saling menghormati dan memberikan ruang kepada setiap masyarakat untuk menjalankan keyakinannya secara bertanggung jawab.
Di tengah berbagai tantangan global, termasuk persoalan Palestina serta ketergantungan dalam sektor ekonomi, pangan, obat-obatan, dan pendidikan, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Mahasiswa sebagai bagian dari kaum intelektual diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun karakter, sehingga dapat berkontribusi secara nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya Universitas Islam Terbaik dalam membentuk generasi yang memiliki keluasan ilmu, kekuatan karakter, dan kepedulian terhadap kemaslahatan masyarakat. Lingkungan pendidikan di perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kesadaran untuk mengabdi kepada bangsa.
Menutup amanatnya, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. mengajak para mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan yang mampu memberikan manfaat seluas-luasnya. Kemerdekaan, menurut beliau, perlu diisi dengan ilmu, pendidikan, pengabdian, dan kerja nyata yang berlandaskan nilai serta keyakinan. Generasi muda diharapkan mampu mengambil peran dalam membangun Indonesia yang mandiri, adil, makmur, dan beradab.
Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa agar Indonesia senantiasa menjadi negeri yang memperoleh keberkahan, keadilan, kemakmuran, dan kemajuan serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa-bangsa lain. Melalui momentum tersebut, Universitas Islam Terbaik meneguhkan komitmennya untuk terus menanamkan nilai kebangsaan, kepemimpinan, kemandirian, dan pengabdian kepada mahasiswa sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Muhammad Fauzan Al Muhajir
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor