UNIDA Gontor —Universitas Darussalam Gontor Kelas C menerima kunjungan akademik dari Dr. Mas Irun, akademisi asal Brunei Darussalam yang memiliki kepakaran dalam bidang antropologi dan kajian budaya masyarakat Melayu. Dalam kunjungannya pada Senin, 21 September 2026, Dr. Mas Irun berkesempatan bertemu dengan mahasiswi Brunei Darussalam peserta program student exchange serta menyampaikan kajian ilmiah kepada mahasiswi Universitas Darussalam Gontor. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan sarat dengan wawasan akademik maupun nilai-nilai keislaman.
Dr. Mas Irun dikenal melalui disertasi doktoralnya yang berjudul “Understanding the Forms of Life and Spirits of Brunei: Ethnography of Ilmu Experiences in Brunei Darussalam”. Kajian tersebut merefleksikan perhatian akademiknya terhadap kehidupan sosial, budaya, pengalaman masyarakat, serta dimensi spiritual dalam kehidupan masyarakat Brunei Darussalam. Kehadiran beliau di UNIDA Gontor menjadi kesempatan bagi para mahasiswi untuk memperoleh perspektif langsung dari seorang akademisi yang memiliki pengalaman dalam penelitian antropologi dan interaksi lintas budaya.

Mendorong Mahasiswi Memaksimalkan Pengalaman Student Exchange
Rangkaian kegiatan pertama berlangsung pukul 11.00–13.00 WIB di Meeting Room Fungsionaris, Gedung Istanbul, Universitas Darussalam Gontor Kelas C. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Mas Irun secara khusus berdialog dengan mahasiswi asal Brunei Darussalam yang tengah mengikuti program student exchange di UNIDA Gontor.
Dalam penyampaiannya, Dr. Mas Irun mendorong para mahasiswi untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga memanfaatkan seluruh pengalaman selama berada di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi. Menurut beliau, program pertukaran pelajar dapat menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun relasi, memahami budaya yang berbeda, serta mengembangkan karakter dan kemampuan personal.
Pengalaman belajar di UNIDA Gontor juga dipandang memiliki nilai tersendiri karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan pendidikan yang memadukan keilmuan, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keislaman. Karena itu, para mahasiswi didorong untuk menjadikan masa studi di UNIDA Gontor sebagai bagian penting dari proses pengembangan diri dan persiapan menghadapi kehidupan akademik maupun profesional.
Bagi lingkungan Universitas Islam Terbaik, perjumpaan akademik semacam ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa melalui interaksi dengan akademisi dan pelajar dari berbagai latar belakang. Dialog lintas budaya diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang terbuka terhadap perkembangan keilmuan, namun tetap memiliki landasan nilai yang kuat.

Kajian Antropologi dan Pengalaman Menjaga Identitas Keislaman
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan pada malam hari melalui kajian ba’da Maghrib di Musholla Uzbekistan, Universitas Darussalam Gontor Kelas C. Setelah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, Dr. Mas Irun menyampaikan materi mulai pukul 18.00 hingga 18.49 WIB.
Pada sesi tersebut, pembahasan diarahkan pada pengalaman beliau sebagai seorang peneliti antropologi yang melakukan penelitian etnografi dan berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama serta budaya berbeda. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan yang dapat dihadapi seorang Muslim ketika menjalankan aktivitas akademik di lingkungan yang plural.
Dr. Mas Irun membagikan pengalaman dalam menjaga pelaksanaan kewajiban agama, termasuk mengatur waktu shalat, mempertahankan identitas sebagai seorang Muslimah, serta membangun hubungan profesional dengan masyarakat yang menjadi bagian dari penelitian. Menurut pengalaman beliau, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan hubungan yang baik selama terdapat sikap saling menghormati dan keterbukaan.

Kajian tersebut memberikan refleksi penting bagi para mahasiswi UNIDA Gontor mengenai tantangan kehidupan akademik di tingkat global. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang beragam perlu berjalan beriringan dengan konsistensi dalam memegang nilai dan prinsip keislaman. Dalam konteks tersebut, pengalaman Dr. Mas Irun menjadi pembelajaran bahwa kompetensi akademik, profesionalisme, kemampuan berinteraksi lintas budaya, dan keteguhan nilai dapat dikembangkan secara bersamaan.
Kunjungan Dr. Mas Irun beserta keluarga menjadi salah satu momentum yang memperkaya interaksi akademik di Universitas Darussalam Gontor Kelas C. Kehadiran akademisi dari Brunei Darussalam tersebut tidak hanya memperluas wawasan mengenai antropologi dan kehidupan masyarakat Melayu, tetapi juga memberikan inspirasi mengenai pentingnya menjaga identitas keislaman dalam lingkungan akademik dan profesional yang semakin beragam.
Melalui kegiatan semacam ini, UNIDA Gontor terus membuka ruang bagi pertukaran gagasan, pengalaman, dan wawasan dari berbagai lingkungan akademik. Hal tersebut sejalan dengan semangat Universitas Islam Terbaik dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada pengembangan keilmuan sekaligus pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Penulis: Rifdah Syifa Rabbani
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor