Dosen PBA UNIDA Gontor Paparkan Pemanfaatan AI dalam Asesmen Bahasa Arab di UNISSA

Dosen PBA UNIDA Gontor Paparkan Pemanfaatan AI dalam Asesmen Bahasa Arab di UNISSA

7 September 2026

UNIDA Gontor — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Al-Ustadz Alfy Mamduh Nuruddin, M.Pd., menjadi pemateri dalam Kuliah Khusus (محاضرة خاصة) yang diselenggarakan oleh Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, pada Sabtu, 5 September 2026, dengan mengangkat tema pemanfaatan kecerdasan buatan dalam asesmen pembelajaran bahasa Arab.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 pagi di Ruang L1.3 UNISSA tersebut mengusung tema “توظيف الذكاء الاصطناعي في التقويم التشخيصي لرصد أخطاء اللغة البينية في الكتابة العربية”, yang berarti “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Asesmen Diagnostik untuk Mendeteksi Kesalahan Interlanguage dalam Penulisan Bahasa Arab.”

Kuliah khusus ini diperuntukkan terutama bagi mahasiswa pascasarjana serta mahasiswa tahun keempat Fakultas Bahasa Arab UNISSA. Kegiatan tersebut menjadi forum akademik untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan penerapannya dalam pembelajaran serta evaluasi kemampuan bahasa Arab.

Dalam pemaparannya, Alfy Mamduh Nuruddin, M.Pd. menjelaskan bahwa perkembangan AI memberikan peluang bagi pendidik untuk melakukan asesmen bahasa secara lebih terarah. Teknologi tersebut dapat membantu mengolah data kebahasaan dan mengenali berbagai pola kesalahan yang terdapat dalam tulisan mahasiswa, baik yang berkaitan dengan morfologi, sintaksis, kosakata, ejaan, maupun struktur kalimat.

Asesmen diagnostik atau التقويم التشخيصي  memiliki peran penting dalam mengetahui kemampuan awal dan berbagai kesulitan yang dialami pembelajar. Melalui proses tersebut, pendidik tidak hanya memperoleh gambaran mengenai benar atau salahnya suatu jawaban, tetapi juga dapat memahami pola kesalahan sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran dan tindak lanjut yang sesuai.

Salah satu pembahasan utama dalam kuliah tersebut adalah konsep interlanguage atau اللغة البينية, yakni sistem kebahasaan yang berkembang dalam proses seseorang mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing. Kesalahan dalam tulisan pembelajar dipandang sebagai bagian dari proses perkembangan kemampuan berbahasa yang dapat memberikan informasi penting mengenai tahapan dan karakteristik pembelajaran mereka.

Alfy juga menekankan bahwa bentuk kesalahan yang sama tidak selalu disebabkan oleh faktor yang sama. Kesalahan dapat muncul akibat interferensi bahasa pertama, penerapan kaidah secara berlebihan (overgeneralization), keterbatasan kosakata, pemahaman struktur gramatikal yang belum memadai, maupun strategi belajar tertentu. Karena itu, asesmen diagnostik perlu diarahkan untuk menemukan kemungkinan penyebab di balik kesalahan tersebut.

Dosen PBA UNIDA Gontor Alfy Mamduh Nuruddin menjadi pemateri kuliah khusus AI dalam asesmen bahasa Arab di UNISSA

Dalam konteks ini, AI dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung untuk melakukan klasifikasi dan pemetaan data kesalahan secara lebih sistematis. Teknologi berbasis Natural Language Processing (NLP) juga memiliki potensi untuk membantu pendidik mengidentifikasi kecenderungan kesalahan dalam jumlah data yang besar sehingga proses analisis dapat dilakukan secara lebih efisien.

Meskipun demikian, pemanfaatan AI tetap membutuhkan peran pendidik dalam memberikan interpretasi. Hasil analisis teknologi tidak secara otomatis menjadi keputusan pembelajaran, tetapi perlu dikaji kembali berdasarkan konteks, karakteristik, dan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Dengan demikian, AI ditempatkan sebagai instrumen pendukung keputusan pedagogis, bukan sebagai pengganti peran dosen.

Pendekatan tersebut dapat mendorong asesmen menjadi bagian yang lebih terintegrasi dengan proses pembelajaran. Data yang diperoleh dari kesalahan mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, menyusun program remediasi, menentukan latihan tambahan, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat literasi AI di kalangan mahasiswa bahasa Arab. Pemahaman terhadap teknologi menjadi semakin penting bagi calon pendidik agar mampu menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Dalam konteks pengembangan Universitas Islam Terbaik, penguasaan teknologi yang dipadukan dengan landasan keilmuan dan nilai pendidikan Islam menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kualitas akademik yang berkelanjutan.

Bagi mahasiswa pascasarjana, tema tersebut membuka peluang pengembangan kajian dan penelitian dalam bidang asesmen bahasa berbantuan AI, analisis kesalahan berbahasa, interlanguage, pembelajaran adaptif, serta pemrosesan bahasa Arab secara digital. Sementara itu, bagi mahasiswa tingkat akhir, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal untuk memahami perkembangan paradigma pendidikan bahasa yang semakin memanfaatkan teknologi dan pendekatan berbasis data.

Kehadiran Al-Ustadz Alfy Mamduh Nuruddin, M.Pd., sebagai pemateri dari UNIDA Gontor turut memperkuat hubungan akademik antara institusi pendidikan Islam di Indonesia dan Brunei Darussalam. Forum tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab yang responsif terhadap kemajuan teknologi.

Melalui kegiatan ini, UNISSA dan UNIDA Gontor sama-sama menunjukkan komitmen untuk mengembangkan pendidikan bahasa Arab yang relevan dengan tuntutan zaman tanpa mengesampingkan ketelitian akademik dan nilai-nilai pendidikan Islam. Sinergi antara keilmuan bahasa, asesmen, dan teknologi diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi lahirnya inovasi pembelajaran di lingkungan Universitas Islam Terbaik serta lembaga pendidikan Islam lainnya.

Penulis: Maston Akbar Sansayto
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor

Related