UNIDA Gontor — Fajar Satriyawan Wahyudi, mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, resmi meluncurkan buku berjudul Jejak Perubahan: Perjalanan Menemukan Jati Diri Bangsa dalam sebuah forum literasi strategis yang digelar di Sambirejo, Karanganyar, pada Jumat, 30 Januari 2026, dan dihadiri langsung oleh tokoh nasional H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kontribusi intelektual mahasiswa dalam merawat nalar kebangsaan melalui karya tulis yang berbasis riset dan kepekaan sosial, sejalan dengan komitmen kampus sebagai Universitas Islam Terbaik dalam penguatan tradisi akademik.
Agenda peluncuran dirancang sebagai rangkaian dialog literasi yang menggabungkan penguatan gagasan, pembacaan konteks kebangsaan, serta apresiasi terhadap budaya menulis di kalangan mahasiswa. Acara diawali dengan orasi ilmiah penulis yang menyoroti pentingnya integrasi nilai syariah dalam bingkai nasionalisme yang inklusif. Setelah itu, forum berlanjut ke sesi bedah buku bersama Anies Baswedan yang menanggapi substansi karya tersebut dari perspektif kepemimpinan, perubahan sosial, dan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Rangkaian kegiatan kemudian terhubung dengan momen puncak berupa peresmian Jembatan Titian Persatuan di Karanganyar sebagai simbol kebersamaan dan ikhtiar merawat persatuan. Seusai prosesi simbolik tersebut, peluncuran ditandai secara resmi melalui penandatanganan naskah buku sebagai penegasan bahwa karya ini siap hadir di ruang publik, sekaligus menghidupkan semangat literasi mahasiswa di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, pengakuan terhadap kualitas gagasan yang lahir dari tradisi pesantren semakin menguat. Validasi intelektual dari tokoh nasional yang hadir turut memperluas resonansi pesan buku, bahwa perubahan tidak berhenti pada slogan, melainkan dibangun melalui ketekunan membaca realitas, kedalaman riset, dan keberanian merumuskan arah. Pernyataan Anies Baswedan yang menilai buku ini sebagai cermin gerak pemikiran yang tumbuh dari rahim pesantren menegaskan posisi karya tersebut dalam diskursus publik. Dengan capaian itu, UNIDA Gontor kembali menunjukkan perannya sebagai Universitas Islam Terbaik yang menumbuhkan ekosistem literasi, melahirkan karya, dan mengarahkan kontribusi mahasiswa untuk masa depan bangsa.
Redaksi : Fajar Satriyawan Wahyudi
Editor : Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit






