UNIDA Gontor — Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas diri dan kepemimpinan dengan mengikuti kegiatan Regional Pharmaceutical Leadership Forum (RPLF) Jilid II yang diselenggarakan oleh ISMAFARSI Wilayah Batara Jatim. Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 Januari 2026 di STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa farmasi untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan, memperluas wawasan organisasi, serta meningkatkan kualitas diri sebagai calon tenaga kefarmasian yang profesional dan berintegritas.
RPLF Jilid II diikuti oleh delegasi mahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam ISMAFARSI Wilayah Batara Jatim. Forum ini dirancang sebagai bagian dari proses kaderisasi yang berorientasi pada pembentukan karakter, peningkatan kemampuan berpikir kritis, serta penguatan peran mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kefarmasian dan kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan opening ceremony yang berlangsung khidmat. Acara pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars organisasi, sambutan dari para pemangku kepentingan, serta penampilan pembuka yang menandai dimulainya seluruh agenda forum. Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti proses screening sebagai tahap awal untuk mengukur kesiapan serta membentuk karakter kepemimpinan yang menjadi fokus utama kegiatan.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang relevan dengan perkembangan dunia farmasi dan organisasi kemahasiswaan. Materi yang disampaikan mencakup isu-isu strategis kefarmasian, konsep farmasi nasionalis, manajemen wacana publik dan advokasi, Interprofessional Education and Collaborative Practice (IPE-CP), pengenalan ISMAFARSI, tafsir konstitusi organisasi, hingga pembahasan mengenai Patient Counseling Community (PCC). Setiap sesi dirancang secara interaktif sehingga mendorong peserta untuk aktif berdiskusi, bertukar gagasan, dan mengembangkan kemampuan analisis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi profesi farmasi saat ini.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test, post-test, serta screening lanjutan yang bertujuan mengukur perkembangan kompetensi peserta selama mengikuti forum. Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan ketahanan mental.
Tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan organisasi, RPLF Jilid II turut menghadirkan agenda pendukung seperti ice breaking, malam keakraban (makrab), dan kegiatan pendidikan serta pelatihan (diklat). Seluruh agenda tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antardelegasi sekaligus membangun jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan organisasi kemahasiswaan di masa mendatang.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, kekompakan, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif. Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke pusat oleh-oleh sebagai bagian dari rangkaian penutup sebelum seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing.
Partisipasi mahasiswa Farmasi UNIDA Gontor dalam forum ini mencerminkan kesungguhan kampus dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik, UNIDA Gontor terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkontribusi dalam berbagai forum regional maupun nasional guna memperkaya pengalaman akademik dan organisasi. Melalui keikutsertaan dalam RPLF Jilid II, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, wawasan, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi, profesi, dan masyarakat. Semangat pengembangan diri yang ditunjukkan para delegasi ini sejalan dengan visi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik yang berkomitmen mencetak generasi pemimpin berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Dhiyadafa Apedina Supangkat
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






