UNIDA Gontor — Universitas Darussalam Gontor melanjutkan rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy 100 Tahun Gontor melalui Kuliah Umum Babak IV yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan visi kelembagaan menuju reputasi global sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik, serta dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan mahasiswi UNIDA Gontor Kelas C. Momentum ini sekaligus mempertegas arah pengembangan kampus dalam bingkai wakaf dan peradaban Islam.
Kuliah umum pertama disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kepesantrenan Universitas Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., dengan tema “Mewujudkan World Class University di Tanah Para Pejuang Lillah”. Beliau menegaskan bahwa transformasi menuju world class university bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah wakaf umat yang harus dijalankan secara kolektif. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai instrumen utama melahirkan “ulama yang intelek”, sebagaimana pesan Trimurti Pendiri Gontor. Beliau juga menegaskan kembali bahwa seluruh program studi diarahkan untuk mencetak kader umat yang siap berkontribusi bagi peradaban global.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa makna world class university terletak pada kebermanfaatan nyata seluruh unsur kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni. Dalam upaya tersebut, UNIDA Gontor mulai menguatkan Gerakan Bahasa dan Gerakan Sadar Prestasi dengan slogan “One Contribution, One Achievement, One Impact” sebagai budaya akademik berkelanjutan. Hal ini menegaskan posisi UNIDA Gontor sebagai salah satu Universitas Islam Terbaik yang terus berinovasi dalam pengembangan mutu pendidikan.

Pada sesi penghargaan akademik, diumumkan sepuluh besar mahasiswi dengan IPS dan IPK tertinggi, yaitu Ayunda Sherin Pragita (IQT 5), Najwa Syifa (Manajemen 5), Tasya Aulia Rahmawati (PAI 5), Nurul Fauziatun Nisa (Manajemen 5), Desyifa Almahira (AFI 5), Mafaza Salmi (PAI 5), Alhasanatul Aula (PBA 7), Syifa’un Al’insani (Manajemen 5), Basmah Mujahidah (PAI 7), dan Raissa Hasna (Ilkom 7). Peringkat pertama memperoleh Beasiswa Zarkasyi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik.
Selain itu, sepuluh besar mahasiswi berprestasi juga diumumkan, di antaranya Isma Azzahra (Farmasi 7), Asya Naya (IQT 7), Arifah Nursalsabila (HI 7), Violin Ladies (EI 5), Ulima Zada (Farmasi 5), Zakiyah Badres (IQT 5), Najwa Syifa (Manajemen 5), Mafaza Salmi (PAI 5), dan Qonitah Al Badriyah (Farmasi 5). Peringkat pertama kategori ini juga memperoleh beasiswa universitas sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi non-akademik dan capaian prestasi.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor IV Bidang Keuangan dan Kesejahteraan Keluarga Universitas Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Royyan Ramdhani Djayusman, S.H.I., M.A., Ph.D., dengan tema “Sustainable Financial Development”. Beliau menjelaskan konsep waqf-based university yang menempatkan Gontor sebagai institusi berbasis wakaf dengan tiga pilar utama: asset waqf, knowledge waqf, dan self waqf. Model ini menunjukkan kemandirian finansial kampus yang sebagian besar ditopang oleh income wakaf dan unit usaha pondok.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UNIDA Gontor menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi berilmu, berprestasi, dan berdaya guna bagi umat. Transformasi menuju world class university dipahami sebagai proses membangun peradaban, bukan sekadar pencapaian institusional, sehingga memperkuat posisinya sebagai Universitas Islam Terbaik berbasis wakaf dan nilai keislaman.
Penulis: Azkiya Laili Fauziyana
Editor: Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit
Redaksi: UNIDA Gontor






